Konten dari Pengguna

Paropo, Desa di Tepi Danau Toba yang Dilengkapi Area Camping

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paropo (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Fahrul Razi
zoom-in-whitePerbesar
Paropo (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Fahrul Razi

Paropo adalah desa wisata yang lokasinya berada di pinggir Danau Toba. Kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang begitu besar sehingga dikelola menjadi desa wisata.

Banyak hal menarik yang dapat ditemukan serta aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan di sana. Salah satunya berkemah di area camping ground yang telah disediakan.

Lokasi dan Daya Tarik Paropo

Paropo (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Nicholas

Mengutip dari situs jadesta.kemenparekraf.go.id, lokasi tempat ini berada di Paropo Induk, Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Desa tersebut punya luas wilayah 1.505 hektare dengan kondisi berbukit-bukit dan terletak di pesisir pantai Tao Paropo.

Tempat ini memiliki pemandian sakral, camping ground, perbukitan, pantai, sampai tradisi budaya yang menarik. Berikut ini ulasan mengenai daya tariknya yang mengundang minat pengunjung untuk datang ke sana.

1. Pemandian Pancur Napitu Aek Pokki

Di desa ini, terdapat pemandian sakral bernama Pancur Napitu Aek Pokki. Di sini kerap dijadikan lokasi pelaksanaan ritual yang dilakukan oleh keturunan marga Situngkir. Airnya segar, bersih, jernih dan diyakini membawa berkah bagi siapa saja yang memakainya.

2. Bukit Kecil sebagai Camping Ground

Di pulau ini banyak bukit-bukit kecil yang difungsikan sebagai camping ground. Pengunjung bisa berkemah di sini sambil menikmati pemandangan perairan Danau Toba yang begitu terkenal di Sumatra Utara.

3. Kebun Bawang

Kebun bawang di desa ini sangat luas, yaitu seluas 120 hektare. Para warga setempat bekerja sebagai petani. Pada musim panen, pengunjung dapat menyaksikan atraksi panen dan memotong bawang secara langsung yang sangat seru untuk diikuti.

4. Atraksi Makkutur Mangga

Atraksi makkutur mangga adalah kegiatan memetik mangga di desa ini saat musim panen. Ada ribuan pohon mangga yang sudah berbuah pada musim tersebut. Umumnya, berlangsung antara bulan Juni dan Desember.

5. Pantai Paropo

Desa ini juga memiliki pantai dengan panjang sekitar 4 km. Pengunjung bisa melakukan banyak kegiatan menyenangkan di sini seperti memancing, bermain air di tepi pantai dan lain sebagainya.

Baca juga: 3 Wisata di Danau Toba yang Wajib Disambangi

Daya tarik desa wisata Paropo itu membuatnya banyak dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah. (IMA)