Konten dari Pengguna

Pelican Crossing Stasiun Cikini, Solusi Baru untuk Warga Menyeberang

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelican Crossing Stasiun Cikini.  Foto: Stasiun Cikini. Sumber: Unsplash/Ega Pamungkas
zoom-in-whitePerbesar
Pelican Crossing Stasiun Cikini. Foto: Stasiun Cikini. Sumber: Unsplash/Ega Pamungkas

Stasiun Cikini merupakan salah satu stasiun yang ramai digunakan oleh penumpang KRL. Sehingga keberadaan pelican crossing Stasiun Cikini disambut dengan reaksi yang positif dari pengguna stasiun.

Pelican crossing mengacu pada penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas dengan tombol yang dapat ditekan oleh pejalan kaki. Setelah tombol ditekan sistem akan mengatur lampu tanda berhenti bagi kendaraan.

Sistem ini pertama kali digunakan di Inggris pada tahun 1969 sebagai lampu lalu lintas pertama yang diatur oleh pejalan kaki. Sistem ini kemudian menjadi salah satu standar di Inggris dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk negara Indonesia.

Pelican Crossing Stasiun Cikini, Meningkatkan Aksesibilitas Stasiun

instagram embed

Keberadaan fasilitas pelican crossing Stasiun Cikini mempermudah akses bagi para orang-orang yang ingin pergi ke stasiun tersebut. Jika sebelumnya pengguna stasiun perlu memutar bahkan melompati pagar, kini Pemprov DKI Jakarta sudah menindaklanjutinya.

Mengutip dari laman www.pusat.jakarta.go.id, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari aduan yang diberikan masyarakat terkait dengan aksesibilitas Stasiun Cikini.

Pagar di sisi timur stasiun sudah dibuka sejak tanggal 14 September, namun untuk pelican crossing akan resmi beroperasi mulai dari tanggal 15 September. Jam operasionalnya sejalan dengan KRL yaitu pukul 05.00 — 24.00 WIB.

Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan tidak hanya faktor aksesibilitas, namun juga kenyamanan serta keselamatan pengguna KRL. Keberadaan penyeberangan ini juga tetap bisa menjaga kelancaran lalu lintas pada area tersebut.

Untuk memastikan tidak terjadi kemacetan setelah fasilitas ini beroperasi, tidak ada kendaraan yang diperbolehkan untuk berhenti atau parkir sembarangan di sekitar stasiun.

Area ini memang rawan akan kemacetan karena merupakan salah satu areal yang memiliki lalu lintas ramai. Oleh karena itu, durasi lampu penyeberangan ini juga sudah disimulasikan agar tidak menimbulkan kemacetan.

Durasi yang diatur saat uji coba ini adalah selama 10 sampai 12 detik. Selain mengatur durasi penyeberangan orang, untuk mengantisipasi kendala lalu lintas ditempatkan juga petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP.

Baca juga: Perpustakaan Taman Ismail Marzuki Tutup Jam Berapa? Cek Jadwalnya

Fasilitas pelican crossing Stasiun Cikini diharapkan bisa menambah kenyamanan bagi warga sekitar, utamanya bagi pengguna KRL yang memerlukan akses keluar dan masuk stasiun dengan mudah. (RF)