Konten dari Pengguna

Perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta. Foto: Unsplash.

LRT ada di berbagai daerah seperti Sumatra Selatan, Jabodetabek, dan Jakarta. Meskipun memiliki penyebutannya, ternyata ketiga LRT ini sangat berbeda. Yuk, ketahui perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta dalam artikel ini.

Lintas Rel Terpadu atau lebih sering disebut dengan LRT adalah sarana transportasi yang kini banyak dipilih oleh masyarakat. LRT pun menjadi produk pertama INKA yang direview oleh dunia internasional.

Manajer Perencanaan dan Pemasaran Pasar Transportasi Perkotaan PT INKA (Persero) Sigit Sugiarto menuturkan bahwa secara fisik material ketiga sama-sama terbentuk dari aluminium, tetapi memiliki perbedaan yang siginfikan.

Baca Juga: Cara Naik Kereta Bandara 2023 dengan Mudah

Perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta

Ilustrasi Perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta. Foto: Unsplash.

Dikutip dari laman lrtjabodebek.adhi.co.id, berikut ini perbedaan antara LRT Sumsel, Jabodetabek, dan Jakarta yang perlu kamu ketahui:

1. Warna dan Jenis Gerbong

  • LRT Sumsel kombinasi warna putih biru. Satu rangkaian terdiri atas 3 kereta. Rutenya DJKA sampai Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

  • LRT Jabodetabek kombinasi warna merah dan hitam. Satu rangkaian terdiri atas 6 kereta. Rutenya terdiri atas Bekasi Line (Dukuh Atas- Jati Mulya) dan Cibubur Line (Harjamukti-Dukuh Atas).

  • LRT Jakarta kombinasi warna merah putih. Satu rangkaian terdiri atas 2 kereta. Rutenya Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) sampai Velodrome (Rawamangun).

2. Sistem Pembayaran

  • LRT Sumsel menggunakan sistem pembayaran berbasis token.

  • LRT Jabodetabek menggunakan sistem pembayaran berbasis kartu, yaitu kartu multi-trip (KMT) dan kartu single trip (KST).

  • LRT Jakarta menggunakan sistem pembayaran berbasis kartu, yaitu kartu e-money, Flazz, dan BRIZZI.

3. Kapasitas

  • LRT Sumsel memiliki kapasitas angkut sekitar 4.000 penumpang per jam.

  • LRT Jabodetabek memiliki kapasitas angkut sekitar 18.000 penumpang per jam.

  • LRT Jakarta memiliki kapasitas angkut sekitar 1.200 penumpang per jam.

4. Harga Tiket

  • Harga tiket LRT Sumsel bervariasi tergantung jarak tempuh, yaitu dari Rp5.000 hingga Rp35.000.

  • Harga tiket LRT Jabodetabek bervariasi tergantung jarak tempuh, yaitu dari Rp5.000 hingga Rp15.000.

  • Harga tiket LRT Jakarta bervariasi tergantung jarak tempuh, yaitu dari Rp5.000 hingga Rp10.000.

Itulah beberapa perbedaan LRT Sumsel, LRT Jabodetabek, dan LRT Jakarta. Meskipun memiliki perbedaan, ketiganya sama-sama menjadi sarana transportasi publik yang penting dalam mengatasi kemacetan di kota-kota besar di Indonesia. (Umi)