Konten dari Pengguna

Sejarah Kota Jantho, Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar yang Perlu Diketahui

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Kota Jantho. Foto salah satu sudut di Provinsi Aceh, tempat Jantho berada. Sumber: Unsplash/Sangga Rima Roman Selia
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Kota Jantho. Foto salah satu sudut di Provinsi Aceh, tempat Jantho berada. Sumber: Unsplash/Sangga Rima Roman Selia

Sejarah Kota Jantho merupakan hal menarik untuk disimak. Khususnya bagi para penggemar wisata sejarah. Dengan latar belakang yang beragam, kota-kota di Indonesia memang memiliki sejarah unik yang membuatnya berbeda satu sama lain.

Jantho memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan perkembangan daerah tersebut. Dimulai sebagai daerah kecil, sekarang Kota Jantho sudah tumbuh menjadi kota maju yang dihuni hampir 10.000 jiwa.

Sejarah Kota Jantho yang Sudah Ada Sejak Zaman Dahulu

Sejarah Kota Jantho. Foto salah satu sudut di Provinsi Aceh, tempat Jantho berada. Sumber: Unsplash/Sandy Zebua

Menurut laman acehbesarkab.go.id, Jantho merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Aceh. Kota Jantho saat ini menduduki posisi sebagai ibu kota dari Kabupaten Aceh Besar. Sejarah Kota Jantho terbilang sudah berlangsung sejak zaman dulu.

Nama Jantho sendiri berasal dari kata “Jantung” yang berarti pusat, mencerminkan posisinya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Aceh Besar pada masa lalu. Rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Aceh Besar ke Jantho sudah digagas sejak 1969, namun baru terealisasi pada 1976 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1976.

Berdasarkan penelitian tim Departemen Dalam Negeri dan pemerintah daerah, Jantho (saat itu disebut Janthoi di Kecamatan Seulimum) dipandang memenuhi syarat sebagai ibu kota baru.

Setelah penetapan, proses pemindahan aktivitas pemerintahan dilakukan bertahap, hingga seluruh perkantoran resmi beroperasi di Jantho mulai 29 Agustus 1983.

Peresmian dilakukan pada 3 Mei 1984 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. Sejak saat itu, Jantho berkembang menjadi pusat administrasi yang modern.

Kini, kota ini dihuni sekitar 9.966 penduduk dan menjadi simbol sejarah serta kemajuan Kabupaten Aceh Besar.

Hal-Hal Menarik di Kota Jantho

Sejarah Kota Jantho. Foto salah satu sudut di Provinsi Aceh, tempat Jantho berada. Sumber: Unsplash/Tri Wisnu Hadi

Seperti halnya kota-kota lain di Aceh, Jantho juga memiliki pesona menarik sebagai destinasi wisata. Jika berkunjung ke sini, ada beberapa atraksi yang bisa jadi pilihan seperti:

  • Desa Suka Tani (Jalin). Tempat ini menawarkan pemandangan Bukit Jalin yang hijau dan aliran sungai yang menyegarkan

  • Jantho Panorama Park (JPP) yang memperlihatkan lanskap sungai yang indah dengan banyak spot foto menarik

  • Riung Gunung. Destinasi ini menghadirkan pengalaman kuliner lengkap dengan kolam renang, kolam pemancingan, dan menu ikan segar

  • Taman Safari Gurun Putih Lestari. Tempat ini cocok untuk pencinta alam karena menyuguhkan koleksi burung dan mamalia di area kebun binatang yang asri.

Baca Juga: Taman Sari Gunongan, Destinasi Wisata Sejarah di Tengah Kota Banda Aceh

Sejarah Kota Jantho yang berada di Aceh Besar tidak hanya sekadar menarik untuk dipelajari. Ini juga menjadi bukti bahwa daerah-daerah di Indonesia terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. (DS)