Sejarah Kota Tua Surabaya yang Patut Diketahui untuk Menambah Wawasan

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kota Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan di Jawa Timur serta menjadi pusat industri. Salah satu kawasan yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat pada zaman penjajahan adalah Kota Tua. Sejarah Kota Tua Surabaya dulunya adalah lokasi bongkar muat bahan baku gula.
Areanya ada di sekitar Jembatan Merah dan Kembang Jepun. Di dalamnya terdapat banyak bangunan-bangunan tua yang estetik. Bangunan tersebut memiliki gaya arsitektur khas Belanda yang kental serta masih kokoh hingga sekarang.
Menilik Sejarah Kota Tua Surabaya
Lokasi Kota Tua ini bada di Jl. Gula No.14-A, Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur 60161. Mengutip dari Instagram @kotatua_surabaya, wisata bangunan sejarah di kota Surabaya ini telah diresmikan oleh walikota Eri Cahyadi dan wakil walikota Cakji pada tanggal 3 Juli 2024.
Kota Tua Surabaya merupakan tempat wisata sejarah yang dulu lekat dengan aktivitas pabrik gula. Kawasan ini menjadi penghubung penting antara jalur perdagangan, pelabuhan, dan pusat pemerintahan pada masa lalu. Kawasan ini merupakan pusat awal mula perkembangan kota Surabaya.
Pada abad ke-18, ketika Belanda membangun benteng dan pusat administrasi di sekitar Sungai Kalimas. Kawasan Jembatan Merah menjadi titik strategis karena berdekatan dengan pelabuhan. Gedung-gedung berarsitektur Eropa mulai dibangun sebagai kantor dagang, bank, hotel, hingga rumah dinas pejabat kolonial.
Salah satu bangunan bersejarah di kawasan ini adalah Gedung Internatio, yang dulunya digunakan sebagai kantor perdagangan. Terdapat juga Gedung Bank Mandiri yang dulu dinamakan Nederlandsche Handel-Maatschappij serta Jembatan Merah.
Daerah ini menjadi saksi bisu berupa pertempuran sengit pada tanggal 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai hari Pahlawan. Di masa penjajahan Jepang, kawasan ini tetap difungsikan sebagai pusat logistik dan pengawasan militer.
Berkunjung ke kawasan ini akan membuka wawasan sejarah. Saat ini beberapa bangunannya ada yang difungsikan kembali sebagai museum, kafe, hingga galeri seni, tanpa menghilangkan keasliannya.
Baca juga: 4 Rekomendasi Coworking Space Surabaya Ternyaman
Sejarah Kota Tua Surabaya tersebut tak akan pernah lekang oleh waktu. Kini, kawasan tersebut seolah hidup kembali dengan bentuk yang berbeda namun nuansa masa lalunya akan selalu melekat di sana. (IMA)
