Konten dari Pengguna

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan, Salah Satu yang Terindah di Bali

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan, foto: Unsplash/Norbert Braun
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Pura Ulun Danu Beratan, foto: Unsplash/Norbert Braun

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan sebagai salah satu pura terindah di Bali menarik untuk diketahui. Apalagi pura ini jadi salah satu tempat ikonik yang kerap dituju oleh wisatawan saat berada di Bali.

Keberadaan pura di Bali tidak lepas dari mayoritas masyarakatnya yang beragama Hindu. Oleh sebab itu, banyak pura yang berdiri di pulau ini dan menjadi tempat ibadah umat Hindu sekaligus destinasi wisata bagi wisatawan.

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan yang Menarik untuk Diketahui

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan, foto: Unsplash/Nick Fewings

Salah satu pura populer yang ada di Bali adalah Pura Ulun Danu Beratan. Berkat kepopuleran rumah ibadah ini, tidak heran jika informasi mengenai sejarah Pura Ulun Danu Beratan juga menarik untuk diketahui guna menambah wawasan.

Pura Ulun Danu Beratan terletak di tepi Danau Beratan, tepatnya di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Sejarah pendirian pura ini tercantum dalam kisah dalam Lontar Babad Mengwi, dikutip dari situs resmi kebudayaan.kemdikbud.go.id.

Disebutkan bahwa pendiri Pura Ulun Danu Beratan adalah I Gusti Agung Putu dan didirikan pada tahun saka 1556 atau sekitar tahun 1634 masehi. Setelah itu, pura ini dipelihara oleh empat “satakan” dari desa-desa di sekitar pura, yakni sebagai berikut.

  1. Satakan Candi Kuning yang mewilayahi 5 bendesa adat.

  2. Satakan Bangah yang mewilayahi 3 bendesa adat.

  3. Satakan Antapan yang mewilayahi 4 bendesa adat.

  4. Satakan Baturiti yang mewilayahi 6 bendesa adat.

Satakan merupakan pembagian wilayah administratif secara tradisional. Setiap satu satakan akan membawahi beberapa banjar atau juga yang disebut dusun.

Setelah pura ini berdiri, terdapat lima komplek pura dan satu buah stupa yang berada di wilayah pura tersebut. Berikut ini informasi selengkapnya.

  1. Pura Penataran Agung

    Pura Penataran Agung bisa dilihat usai memasuki Candi Bentar menuju Beratan. Pura ini ditujukan untuk memuja Tri Purusha Siwa, yaitu Siwa, Sadha Siwa, dan Parama Siwa.

  2. Pura Dalem Purwa

    Ada tiga pelinggih utama di dalam Pura Dalem Purwa sebagai tempat persemayaman Bhatari Durga dan Dewa Ludra, Bale Murda Manik sebagai balai pemaruman, dan Bale Panjang untuk meletakkan upakara. Pelinggih ini menghadap ke timur dan berada di tepian Danau Beratan bagian selatan.

  3. Pura Taman Beiji

    Pura Taman Beiji adalah area yang digungsikan untuk upacara ngebjiang dan memohon tirta. Pura ini juga berfungsi sebagai tempat melasti oleh masyarakat sekitar.

  4. Pura Lingga Petak

    Jadi pura yang paling terlihat jelas, Pura Lingga Petak terdiri dari tiga tingkat yang di dalamnya ada sebuah sumur keramat. Di dalam pura ini juga terdapat lingga berwarna putih yang diapit batu hitam dan merah.

  5. Pura Prajapati

    Di bagian Pura Prajapati terdapat pohon beringin besar sebagai penanda. Pura ini juga difungsikan sebagai Istana Bhatari Durga dengan pelinggih yang menghadap barat.

  6. Stupa Buddha

    Bagian lainnya dari Pura Ulun Danu Beratan adalah Stupa Buddha yang menghadap ke selatan dan terletak di luar area utama komplek pura. Keberadaan stupa ini menandakan makna keselarasan dan harmoni beragama.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Danau Beratan dan Fasilitasnya

Itu dia informasi mengenai sejarah Pura Ulun Danu Beratan dan bagian area yang ada di komplek pura tersebut. Dengan mengetahui informasi ini, maka bisa menambah wawasan akan tempat ibadah yang ada di Indonesia, khususnya di Bali. (PRI)