Konten dari Pengguna

Sejarah Tugu Lawet Kebumen yang Dipersembahkan untuk Para Pengunduh Sarang Walet

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Tugu Lawet Kebumen (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: pixabay/ ahundt
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Tugu Lawet Kebumen (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: pixabay/ ahundt

Sejarah Tugu Lawet Kebumen dibuat untuk menghargai perjuangan para pengunduh sarang burung walet di sana. Banyaknya sarang burung walet di kota tersebut membuat mata pencaharian masyarakatnya menjadi pengunduh sarang walet.

Nilai jual sarang walet yang tinggi membuat masyarakatnya yakin untuk menggelutinya sebagai pekerjaan dan bisnis. Pemerintah Kebumen menyadari potensi sarang walet di daerahnya sehingga dibangunlah tugu yang menjadi ikon di Kebumen.

Sejarah Tugu Lawet Kebumen dan Bentuk Bangunan Tugunya yang Unik dan Penuh Filosofi

instagram embed

Mengutip dari situs resmi perpusda.kebumenkab.go.id, sejarah Tugu Lawet Kebumen diciptakan oleh seorang pemahat bernama Suko. Bersama dengan rekan-rekannya yaitu Tan Giok Twan, tugu ini dibangun pada tahun 1975. Tugu Lawet dibangun dengan tinggi keseluruhan mencapai 15 meter. Ide pembuatannya dilakukan karena adanya perintah dari Bupati Kebumen di tahun tersebut yaitu R. Soepeno Soerjodiprodjo.

Saat ini Tugu Lawet menjadi ikon di Kebumen. Lokasinya terletak di simpang empat di tengah Kota Kebumen. Tugu tersebut menjadi lambang bahwa Kebumen adalah pusatnya sarang burung walet. Bangunannya dibuat sangat indah dan bermakna filosofis.

Bangunan tugu ini terdiri dari bentuk bergelombang yang menyerupai tebing di pesisir pantai yang menjadi lokasi bagi burung walet untuk meletakkan sarangnya. Lokasi tebing-tebing ini paling banyak ditemukan di Kecamatan Ayah, Kebumen.

Di bagian sisinya ada lima pria yang memakai baju sederhana sedang memanjat tugu sebagai simbol dari pengunduh sarang walet. Pada bagian puncaknya ada dua patung burung walet raksasa yang menjadi komoditi di sana.

Keberadaan tugu ini merupakan identitas bagi para warga Kebumen. Warga asal luar daerah yang datang ke sini akan langsung mengetahui jika komoditi di kota ini adalah sarang walet dan mata pencaharian sebagai pemburu sarang walet dinilai sudah mainstream bagi warga Kebumen.

Baca juga: Dolphin Tugu Waterpark: Destinasi Wisata Air Seru Karanganyar

Sejarah Tugu Lawet Kebumen yang singkat di atas dapat menjadi tambahan wawasan untuk pembaca. Ternyata Kebumen memiliki potensi kekayaan alam berupa sarang waletnya yang punya nilai menjanjikan untuk dijadikan bisnis. (IMA)