Tapak Tilas Sejarah Candi Sambisari yang Ada di Kabupaten Sleman

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi merupakan bersejarah yang menandakan pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia. Salah satu candi yang terdapat di Pulau Jawa adalah Candi Sambisari. Sejarah Candi Sambisari mempunyai hubungan dengan Kerajaan Mataram Kuno.
Candi tersebut mempunyai struktur seperti candi di Indonesia pada umumnya, yakni terbuat dari susunan batu yang rapi dan tampak indah. Candi tersebut juga mempunyai pahatan unik berupa sepasang kepala naga.
Sejarah Candi Sambisari di Kabupaten Sleman
Pembahasan tentang jejak pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia tidak akan pernah habis dalam satu waktu. Jejak sejarah yang berupa candi saja tersebar di berbagai wilayah, salah satunya di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Candi tersebut adalah Candi Sambisari yang memiliki lokasi di Jalan Candi Sambisari, Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejarah Candi Sambisari mempunyai pemaparan yang menarik bagi penggemar sejarah.
Dikutip dari buku Seri Bangunan Bersejarah: Candi, Purwantari (2023: 92), menurut beberapa ahli sejarah, Candi Sambisari dikategorikan dalam candi peninggalan umat Hindu yang berada di Jawa. Candi tersebut diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-9.
Pembangunan candi terjadi pada masa Raja Rakai Garung yang merupakan raja dari Kerajaan Mataram Kuno. Bangunan Candi Sambisari menggunakan material batu padas. Material tersebut serupa dengan Candi Plaosan, Sojiwan, dan Prambanan.
Keunikan pada Bagian-Bagian Candi Sambisari
Setiap jejak sejarah selalu memiliki keunikan tersendiri, begitu pula dengan Candi Sambisari. Salah satu keunikan dari Candi Sambisari adalah mempunyai tangga yang memuat hiasan berupa pahatan.
Mengutip dari buku yang sama karya Purwanti (2023: 92), Batu di bawah masing-masing memuat kepala naga dengan hiasan pahatan berupa Gana. Gana ada dalam posisi berjongkok dan kedua tangan ke atas seolah-olah menyangga kepala naga.
Selain itu, Candi Sambisari juga mempunyai arca Durga Mahisasuramardini. Arca tersebut merupakan Durga sebagai Dewi Parwati, istri Siwa.
Baca juga: 6 Rekomendasi Candi di Jogja yang Menarik
Tapak tilas sejarah Candi Sambisari dapat terasa lebih nyata bila mengunjungi secara langsung. Situs sejarah tersebut buka setiap hari dengan dua jam operasional berbeda, yakni 08:00 – 16:00 WIB pada Senin – Jumat dan 07:00 – 17:00 WIB pada Sabtu – Minggu. (AA)
