Tegenungan Waterfall Ubud Bali: Keindahan, Lokasi, HTM, dan Cara Mengakses

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tegenungan Waterfall jadi salah satu destinasi yang selalu bikin banyak orang penasaran saat berkunjung ke Ubud, Bali. Air terjun ini terkenal dengan suasananya yang segar, pemandangan hijau di sekelilingnya, dan letaknya yang mudah dijangkau dari berbagai arah.
Bagi yang suka suasana tenang dengan suara gemericik air, tempat ini memang terasa berbeda. Cocok buat siapa pun yang ingin menikmati sisi lain Bali yang lebih alami.
Indahnya Tegenungan Waterfall di Ubud
Tegenungan Waterfall, yang juga dikenal dengan nama Blangsinga Waterfall, adalah salah satu air terjun paling terkenal dan terbesar di Pulau Bali. Air terjun ini menjulang setinggi sekitar 15 meter, menjadikannya sebagai air terjun tertinggi di kawasan Ubud.
Keindahan air terjun ini tercipta dari aliran Sungai Petanu yang termasuk salah satu sungai terpanjang di Bali, setelah Sungai Ayung dan Sungai Telaga Waja. Alirannya bermula dari kawasan tinggi Gunung Batur di Kintamani, lalu melintasi Tampaksiring, Ubud, hingga Desa Blahbatuh. Panjang total Sungai Petanu mencapai hampir 47 kilometer dan mengalir melewati Air Terjun Tegenungan ini.
Untuk mencapai dasar air terjun, pengunjung harus menuruni 168 anak tangga. Perjalanan turun biasanya hanya memakan waktu sekitar lima menit. Begitu sampai di bawah, pengunjung bisa bersantai sambil menikmati percikan air, berfoto, atau bahkan berenang di kolam alami yang terbentuk di bawah air terjun. Jalurnya cukup nyaman, meskipun perlu tenaga ekstra saat kembali naik.
Panduan Berkunjung ke Tegenungan Waterfall
Tegenungan Waterfall terletak di Jalan Ir. Sutami, Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Bali, sebagaimana disebutkan di bio Instagram akun @tegenungan_waterfall. Lokasinya berada di perbatasan dua desa, yaitu Desa Tegenungan dan Desa Blangsinga. Itulah kenapa air terjun ini punya dua nama sekaligus, juga dua pintu masuk.
Kalau datang dari arah Gianyar atau bagian timur Bali, pintu masuk terdekat berada di Desa Blangsinga. Dari situ, biasanya orang-orang menyebutnya sebagai Blangsinga Waterfall. Tapi kalau berangkat dari Ubud, Kuta, Seminyak, atau wilayah selatan dan barat Bali, jalur tercepat adalah melalui Desa Tegenungan, sehingga lebih sering disebut Tegenungan Waterfall.
Tiket masuk ke kawasan ini cukup terjangkau, yakni Rp20.000 per orang. Area parkirnya luas dan gratis. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung akan melewati deretan toko oleh-oleh dan beberapa restoran kecil sebelum tiba di jalur menuju air terjun.
Baca juga: Air Terjun Munduk Bali: Lokasi, Daya Tarik, HTM, dan Informasi Lainnya
Tegenungan Waterfall buka setiap hari mulai pukul 06.30 pagi hingga pukul 18.30 sore. Jadi, waktu kunjungan cukup fleksibel, baik untuk yang ingin menikmati suasana pagi yang tenang atau melihat cahaya sore yang hangat. (CR)
