Tipe Colokan di Malaysia Beda dari Indonesia, Ini yang Perlu Diketahui

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak yang mengira tipe colokan di Malaysia pasti sama dengan di Indonesia. Kenyataannya, ada detail penting yang perlu disesuaikan.
Bagi yang belum pernah ke Malaysia sebelumnya, informasi soal sistem kelistrikan ini wajib untuk diketahui karena memang berbeda dari Indonesia. Tapi tenang, ada cara mudah buat menghadapinya.
Tipe Colokan di Malaysia: British 3-pin Plug
Tipe colokan di Malaysia adalah tipe G, yang juga dikenal sebagai colokan British 3-pin plug. Dikutip dari netio-products.com, colokan ini punya tiga kaki berbentuk persegi. Dua di bagian bawah sebagai kutub listrik, dan satu di atas sebagai ground.
Ketiganya membentuk segitiga. Bentuknya beda jauh dengan colokan tipe C atau F yang umum ditemukan di rumah-rumah di Indonesia.
Selain bentuknya yang unik, stop kontak di Malaysia juga punya fitur tambahan, yakni saklar on/off di tiap titik colokan. Jadi, walau charger sudah dicolokkan, listrik belum akan mengalir sebelum saklarnya dinyalakan.
Bagi yang belum terbiasa, hal ini bisa bikin bingung. Kadang dikira colokan rusak, padahal cuma saklarnya belum ditekan.
Colokan tipe G ini dirancang untuk arus listrik hingga 13 ampere. Biasanya sudah dilengkapi sekring di dalamnya. Untuk alat kecil seperti laptop atau charger HP, sekringnya 3A. Untuk peralatan yang lebih besar seperti pemanas air, biasanya 13A. Sistem ini sebenarnya bikin colokan lebih aman dari lonjakan arus listrik.
Soal tegangan listrik, Malaysia dan Indonesia sama-sama menggunakan 220–240 Volt dengan frekuensi 50 Hz. Jadi, secara umum, wisatawan Indonesia tidak perlu bawa voltage converter. Kebanyakan perangkat modern seperti ponsel, laptop, atau kamera sudah kompatibel dengan sistem ini. Tapi tetap, pastikan lagi spesifikasi perangkat sebelum dicolok, apalagi kalau alatnya keluaran lama atau berdaya tinggi seperti hair dryer.
Supaya tidak ribet, ada baiknya membawa adaptor universal sendiri. Memang ada beberapa hotel yang menyediakan adaptor, tapi jumlahnya terbatas dan belum tentu cocok untuk semua perangkat. Apalagi kalau membawa lebih dari satu gadget. Bisa-bisa harus antre colokan dengan tamu lain.
Travel adaptor universal dengan dukungan tipe G adalah pilihan aman. Bisa mencari yang punya beberapa port USB juga, jadi bisa isi daya lebih dari satu perangkat sekaligus.
Kalau bawa banyak gadget, pertimbangkan juga bawa power strip kecil yang bisa dipakai untuk beberapa charger. Ini sangat membantu, terutama kalau colokan di penginapan cuma satu dua biji.
Baca juga: 5 Tips Jalan-Jalan ke Malaysia, Liburan Hemat dan Seru
Tipe colokan di Malaysia memang beda dari yang biasa dipakai di Indonesia, tapi bukan berarti harus bikin repot. Selama sudah tahu perbedaannya dan bawa perlengkapan yang sesuai, urusan isi daya selama liburan bisa tetap lancar. (CR)
