Warung Mbok Yem Puncak Lawu: Daya Tarik, Menu, Jam Buka, dan Cara Ke Sana

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warung Mbok Yem Puncak Lawu tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki. Warung tertinggi di Indonesia ini sudah berdiri sejak 1980-an. Tekadnya yang besar untuk menolong banyak orang, membuat Mbok Yem mampu bertahan hingga suhu minus 5 derajat.
Warung ini bukan sekadar tempatnya mencari nafkah, tetapi juga rumah bagi perempuan berusia 82 tahun hingga akhir hayatnya. Ada berbagai makanan lezat yang ditawarkan di warung sederhana ini.
Daya Tarik Warung Mbok Yem Puncak Lawu
Dikutip dari sarangan.magetan.go.id, Gunung Lawu termasuk dalam salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa. Ketinggiannya yang mencapai 3265 mdpl, membuat banyak pendaki tertarik untuk menaklukkannya.
Selain jalur pendakiannya yang menantang, ada destinasi wisata yang tak biasa di gunung ini, yakni Warung Mbok Yem. Satu-satunya warung yang bisa dijumpai di tengah jalur menuju puncak.
Warung Mbok Yem bagaikan surga di tengah rasa putus asa pendaki mencapai puncak. Mbok Yem tidak sekadar memasak hidangan, tetapi juga menyajikannya bersama cinta dan seruan semangat. Berikut beberapa daya tariknya.
1. Ramah dan Murah
Sejak warung Mbok Yem pertama kali berdiri, aneka makanan dan minuman yang ditawarkan di tempat ini terkenal murah. Santapan lezat khas nusantara siap mengisi perut setiap pendaki yang keroncongan.
Mbok Yem sebagai penjaga warung pun sangat ramah kepada setiap pendaki. Mbok Yem tidak hanya menyajikan aneka hidangan, tetapi juga banyak membantu para pendaki.
2. Tersedia Aneka Kebutuhan Logistik
Selain menawarkan aneka hidangan, tersedia pula berbagai kebutuhan logistik yang diperlukan dalam pendakian. Seperti mie instan, sayur, bumbu-bumbu, dan lain sebagainya. Seluruh produk yang dijual di warung ini dibanderol dengan harga murah.
3. Titik Nyaman untuk Istirahat
Warung Mbok Yem juga menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat di tengah pendakian. Terlebih Gunung Lawu yang terkenal mistis dan suhu udara yang bisa mencapai minus, seringkali membuat habis energi.
Di tempat ini, para pendaki juga bisa bercengkrama dengan pendaki lainnya sambil menghangatkan diri.
Menu Makanan dan Minuman Warung Mbok Yem Puncak Lawu
Meskipun berada di tengah keterbatasan, Warung Mbok Yem menyediakan aneka menu makanan dan minuman. Beberapa yang terkenal adalah nasi pecel yang dibanderol Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi, nasi soto, hingga nasi goreng.
Selain itu, terdapat aneka mie instan, wedang yang merilekskan badan, dan soft drink yang menyegarkan. Warung ikonik ini juga menyediakan berbagai logistik yang dapat melengkapi kebutuhan para pendaki.
Lokasi dan Cara ke Sana
Warung Mbok Yem biasa buka pagi hari dan tutup sore hari. Berada di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut dan berlokasi di Puncak Gunung Lawu, tepatnya di Hargo Dalem.
Untuk menuju ke warung legendaris itu, para pendaki bisa melalui beberapa jalur. Salah satunya adalah Cemoro Kandang. Jalur Cemoro Kandang menuju Puncak Lawu menjadi jalur pendakian paling panjang dan lama.
Jarak Cemoro Kandang menuju Warung Mbok Yem sekitar 4,4 km dengan estimasi pendakian 8 jam 2 menit. Treknya cenderung berkelok dan mendaki. Berikut rute dari Cemoro Kandang ke Warung Mbok Yem.
Basecamp
Pos 1 Taman Sari Bawah
Pos 2 Taman Sari Atas
Pos 3 Penggik
Pos 4 Cokro Suryo
Pos 5 Prapatan
Hargo Dalem. Warung Mbok Yem bisa ditemukan setelah petilasan Prabu Brawijaya.
Baca juga: 3 Jalur Pendakian Gunung Lawu yang Cocok untuk Pemula dan Sudah Berpengalaman
Demikian daya tarik, menu, lokasi, dan cara menuju ke Warung Mbok Yem Puncak Lawu. Selain Cemoro Kandang, para pendaki juga bisa melalui jalur Candi Cetho, Cemoro Sewu, Tambak, dan Cemoro Singolangu. (UI)
