Konten dari Pengguna

Wisata Kampung Marengo Baduy Luar, Kampung di Banten dengan Nuansa Tradisional

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisata Kampung Marengo Baduy Luar. Sumber: unsplash.com/ Yulia Agnis
zoom-in-whitePerbesar
Wisata Kampung Marengo Baduy Luar. Sumber: unsplash.com/ Yulia Agnis

Wisata Kampung Marengo Baduy Luar merupakan perkampungan tempat suku Baduy tinggal. Di dalamnya, terdapat bangunan rumah tradisional yang unik dan kehidupan masyarakatnya kental dengan tradisi.

Kampung tersebut boleh dikunjungi oleh pengunjung dari luar daerah. Di sana, pengunjung akan melihat secara langsung bagaimana kehidupan suku Baduy asli yang natural.

Keunikan Wisata Kampung Marengo Baduy Luar

Wisata Kampung Marengo Baduy Luar. Sumber: unsplash.com/ Ginevra Austine

Wisata Kampung Marengo Baduy Luar terletak di Kanekes, Kec. Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten 42362. Kampung yang dihuni oleh suku Baduy ini sangat unik karena di dalamnya belum tersentuh oleh modernisasi sehingga tidak ada listrik dan sinyal.

Mengutip dari situs jadesta.kemenparekraf.go.id, Suku Baduy merupakan masyarakat adat dan sub-etnis dari suku Sunda di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Populasinya sekitar 26.000 orang dan masyarakatnya masih menutup diri dari dunia luar.

Adapun tarif yang dikenakan kepada pengunjung adalah sebesar Rp5.000 per orang. Di kampung ini terdapat keunikan tersendiri. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Aktivitas Warga yang Natural

Dikarenakan tidak adanya listrik dan sinyal, warga menjalani aktivitasnya secara natural. Kabar berita disiarkan dari mulut ke mulut, kehidupan berjalan tanpa diwarnai alat elektronik, dan aktivitas memasak dilakukan secara natural dengan kayu.

2. Musim Durian

Di sini banyak pohon durian, sehingga ketika musim panen, pengunjung bisa membeli dari warga yang menjualnya dengan harga terjangkau. Saat musim panen, banyak pengunjung yang memakan durian langsung di sini.

3. Panorama Alami

Panorama alam di sini begitu alami, ada hutan bambu, sungai kecil, jalanan berbatu dan air yang segar dan bersih. Bentang alamnya didominasi oleh kebun dan lahan pertanian yang menjadi tempat mencari nafkah warga suku Baduy di kampung ini.

4. Kerajinan Tangan

Mayoritas wanita suku Baduy yang mendiami kampung ini bekerja sebagai pembuat kain tenun. Kain ini akan dijual ke pengunjung yang datang, selain itu di sini juga ada hasil kerajinan tangan, seperti baju, ikat kepala, gelang, tas dan aksesori lainnya yang unik.

5. Bangunan Tradisional

Rumah penduduk dibuat dari bahan tradisional seperti papan kayu, dedaunan kering dan ada juga yang berdinding semen. Suasana di kampung ini sangat tradisional dan kental dengan kehidupan alam yang jauh dari modernisasi.

Baca juga: Kampung Djowo Sekatul, Agrowisata Ala Pedesaan Jawa Kuno di Kendal

Wisata Kampung Marengo Baduy Luar kental dengan suasana alam yang dominan, bangunan tradisional dan kehidupan yang dekat dengan alam. Pengunjung bisa merasakan kehidupan suku Baduy saat datang ke sini. (IMA)