Mikroorganisme: Sahabat atau Musuh Tak Terlihat?

Saya seorang mahasiswa S1 Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Tahun Angkatan 2024.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jenny Frisqia Nindira Selan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia di sekitar kita penuh dengan organisme kecil yang tidak terlihat yang disebut mikroorganisme. Mereka ada dimana-mana: di tanah, air, udara, dan bahkan di dalam dan di permukaan tubuh kita. Mikroorganisme antara lain bakteri, virus, jamur, mikroalga, dan protozoa. Kita sering menghubungkan mikroba dengan penyakit, padahal sebagian besar mikroba bermanfaat bagi kehidupan. Artikel ini mengeksplorasi peran ganda mikroorganisme sebagai sahabat dan musuh di semua tingkat kehidupan.
Mikroorganisme Sebagai “Sahabat”: Pendukung Kehidupan dan Kesehatan
Mikroorganisme memiliki banyak manfaat, antara lain:
Ekosistem dan siklus nutrisi: Mikroorganisme adalah penggerak utama proses biologis. Mikroorganisme memecah bahan organik dan melepaskan nutrisi kembali ke lingkungan untuk digunakan tanaman. Misalnya, bakteri dan jamur saprofit yang berperan penting dalam penguraian daun dan bangkai hewan. Selain itu, mikroorganisme rizosfer dapat menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
Kesehatan Manusia: Mikrobiota dan Imunitas: Istilah "mikrobioma" mengacu pada komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam dan di tubuh manusia. Misalnya, mikrobiota usus berperan penting dalam pencernaan, sintesis vitamin (seperti vitamin K dan B), dan pengembangan sistem kekebalan tubuh. Gangguan keseimbangan mikrobiota (disbiosis) telah dikaitkan dengan berbagai penyakit, antara lain penyakit radang usus, obesitas, bahkan gangguan jiwa.
Bioteknologi dan Industri: Mikroorganisme digunakan dalam berbagai proses bioteknologi. Fermentasi mikroba digunakan untuk menghasilkan makanan (seperti yogurt, keju, dan tempe), minuman (seperti bir dan anggur), dan berbagai produk industri (seperti enzim, asam organik, dan antibiotik). Misalnya, ragi hitam (atau dikenal dengan nama ilmiah Aspergillus niger) digunakan dalam produksi komersial asam sitrat.
Kebersihan: Mikroorganisme juga digunakan sebagai pestisida dan pupuk hayati. Bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) menghasilkan protein yang beracun bagi hama, menjadikannya biosida yang efektif. Selain itu, Jamur Beauveria bassiana digunakan untuk mengendalikan serangga seperti kutu daun atau kumbang dengan cara menyerang tubuh mereka dan menginfeksinya.
Mikroba Sebagai "Musuh": Agen Penyakit dan Tantangan Kesehatan
Meskipun banyak mikroorganisme yang bermanfaat, ada juga beberapa yang bersifat patogen dan mematikan, yaitu:
Penyakit menular: Mycobacterium tuberkulosis (menyebabkan tuberkulosis), Staphylococcus aureus (menyebabkan banyak penyakit kulit dan organ), Vibrio cholerae (kolera) dan bakteri patogen lainnya merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Virus seperti influenza, HIV, dan SARS-CoV-2 (yang menyebabkan COVID-19) juga dapat menyebabkan pandemi dan masalah kesehatan global. Jamur patogen, seperti Candida albicans (penyebab kandidiasis), dapat menginfeksi kulit, selaput lendir, dan organ dalam, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Resistensi Antibiotik: Penggunaan antibiotik dan obat antimikroba secara berlebihan telah mengakibatkan resistensi antimikroba (AMR). Bakteri, jamur, dan virus semakin sulit diobati, sehingga meningkatkan risiko penyakit serius, rawat inap di rumah sakit, dan biaya pengobatan
Menuju Keseimbangan: Memahami dan Menggunakan Mikroba
Penting untuk memahami kompleksitas interaksi mikroba dengan lingkungan dan inangnya. Strategi untuk menjaga keseimbangan dan mengurangi dampak berbahaya dari mikroorganisme patogen meliputi:
Kebersihan dan sanitasi: Praktik kebersihan yang baik, seperti sering mencuci tangan, berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit.
Penggunaan obat antimikroba yang benar: Pengembangan strategi yang berbeda: Penelitian terus mengembangkan jenis antibiotik lain, seperti fagositosis (menggunakan virus untuk menginfeksi bakteri) dan pengembangan senyawa antimikroba baru.
Penelitian Mikrobiota: Memperluas penelitian tentang mikrobioma manusia dan dampaknya terhadap kesehatan membuka peluang bagi terapi mikrobiota seperti transplantasi tinja dan penggunaan probiotik.
Kesimpulan
Mikroorganisme memainkan banyak peran kompleks dalam kehidupan. Mereka adalah kekuatan pendorong di balik proses biologis yang penting, berkontribusi terhadap kesehatan manusia, dan digunakan dalam berbagai aplikasi bioteknologi. Di sisi lain, beberapa mikroorganisme merupakan patogen penyebab penyakit dan resistensi antimikroba. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia mikroba, kita dapat memaksimalkan manfaatnya dan mengurangi risikonya, sehingga menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan dan berkelanjutan.
Penulis : Mahasiswa S1 Biologi, Universitas Airlangga
