Ketika Dia Pergi, Ada Banyak Hal yang Ikut Hilang

Saya Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jenny Salsa Billa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika seseorang pergi dari kehidupan kita, yang terasa hilang sering kali bukan hanya sosoknya. Ada banyak hal kecil yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian, tetapi tiba-tiba tidak lagi memiliki tempat. Percakapan yang biasanya terjadi setiap hari berhenti, kebiasaan sederhana berubah, dan waktu yang dulu terasa penuh perlahan menjadi berbeda. Kepergian seseorang terkadang membuat kita sadar bahwa kehadirannya ternyata memenuhi lebih banyak ruang daripada yang kita sadari.
Ada rutinitas yang ikut berhenti tanpa pernah kita rencanakan. Tidak ada lagi pesan yang ditunggu, cerita yang ingin disampaikan, atau seseorang yang menjadi tempat berbagi tentang kejadian sederhana sepanjang hari. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele jika dilihat satu per satu. Namun, ketika semuanya hilang secara bersamaan, perubahan itu dapat terasa cukup besar.
Tempat tertentu juga bisa memiliki makna yang berbeda setelah seseorang tidak lagi berada di sana. Jalan yang dulu sering dilewati bersama, makanan yang pernah menjadi kesukaan, lagu yang pernah didengar berulang kali, atau waktu tertentu dalam sehari dapat tiba-tiba mengingatkan kita pada masa yang sudah berlalu. Bukan tempatnya yang berubah, melainkan kenangan yang membuat kita melihatnya dengan cara berbeda.
Menurut saya, salah satu bagian paling sulit dari kehilangan adalah menerima bahwa kehidupan yang dulu terasa biasa ternyata tidak akan berjalan dengan pola yang sama lagi. Kita bukan hanya belajar menjalani hari tanpa seseorang, tetapi juga menyesuaikan diri dengan perubahan yang muncul setelahnya. Ada kebiasaan yang harus ditinggalkan, ada ruang yang perlu diisi kembali, dan ada hal-hal yang perlahan harus kita lakukan seorang diri.
Yang ikut hilang juga bisa berupa rencana yang pernah dibuat. Ketika dua orang terbiasa membicarakan masa depan, kepergian salah satunya bukan hanya mengakhiri kebersamaan yang sedang berlangsung, tetapi juga membuat berbagai kemungkinan ikut berhenti. Rencana perjalanan, tempat yang ingin dikunjungi, kegiatan yang ingin dilakukan bersama, atau sekadar bayangan tentang kehidupan beberapa tahun ke depan mungkin tidak lagi memiliki bentuk yang sama.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kehilangan tidak selalu berbentuk sesuatu yang dapat dilihat. Ada rasa nyaman, kebiasaan, harapan, dan cara menjalani hari yang ikut berubah. Karena itu, seseorang bisa saja mengatakan bahwa dirinya sudah tidak menginginkan orang tersebut kembali, tetapi masih merindukan kehidupan yang pernah hadir bersamanya. Keduanya merupakan hal yang berbeda.
Kita juga dapat kehilangan versi diri sendiri yang pernah muncul ketika bersama seseorang. Mungkin dulu kita lebih sering bercerita, lebih berani mencoba sesuatu, atau memiliki kebiasaan tertentu karena ada orang yang menemani. Ketika hubungan tersebut berakhir, kita perlu mengenali kembali diri sendiri tanpa bergantung pada peran yang dulu kita jalani.
Namun, kehilangan berbagai hal tersebut bukan berarti kehidupan akan selamanya terasa kosong. Manusia memiliki kemampuan untuk membentuk kebiasaan baru dan menemukan kembali kenyamanan dalam bentuk yang berbeda. Tempat yang pernah menyimpan kenangan dapat kembali menjadi tempat biasa. Waktu yang dulu terasa sepi dapat diisi dengan kegiatan lain. Bahkan hal-hal yang sebelumnya selalu dilakukan bersama bisa perlahan dinikmati sendiri.
Mungkin kita tidak perlu memaksa diri untuk segera melupakan semua yang pernah ada. Ada kenangan yang memang membutuhkan waktu untuk ditempatkan dengan baik. Yang penting adalah memahami bahwa sesuatu yang pernah menjadi bagian dari hidup kita tidak harus terus berada di sana agar pengalaman tersebut tetap memiliki arti.
Ketika dia pergi, memang ada banyak hal yang ikut hilang. Namun, ada pula ruang baru yang perlahan terbentuk. Ruang tersebut dapat diisi dengan kebiasaan baru, pengalaman baru, orang-orang baru, atau sekadar kesempatan untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Kehilangan mungkin mengubah kehidupan yang pernah kita kenal, tetapi perubahan tersebut tidak berarti kita kehilangan kesempatan untuk menemukan kehidupan yang baru.
Jenny Salsa Billa Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.
