Opini: Barang Substitusi Melimpah Membuat Permintaan Cenderung Elastis

Mahasiswa Bisnis Digital Universitas Amikom Purwokerto
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jenny Eka Melian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehidupan manusia tak pernah jauh-jauh dari aktivitas jual beli dalam proses pemenuhan kebutuhan. Tentu saja di dalamnya terdapat unsur produk-produk yang ditawarkan. Apabila terjadi kekosongan stok suatu barang di pasar, maka barang substitusi atau barang pengganti akan mengambil peranan untuk menggantikan barang yang dicari tersebut. Hal ini secara tidak langsung juga menjadi solusi yang tepat bagi para konsumen jika menginginkan sebuah produk yang banyak peminatnya.
Barang pengganti adalah barang yang menggantikan produk lain sebagai alternatif. Sesuatu yang lain juga dapat diganti dengan sesuatu yang lain. Katakanlah, kopi dan teh. Ke dua jenis produk ini harus masuk dalam kategori yang sama. Barang pengganti juga dapat ditemukan di pasar lain, dan sebenarnya cukup umum untuk suatu produk memiliki banyak barang pengganti.
Lantas apa syarat-syarat yang diperlukan suatu barang untuk dianggap sebagai pengganti barang lain? Dua syarat utama yang harus dipenuhi agar suatu barang dapat diklasifikasikan sebagai barang substitusi adalah harga dan kualitas. Barang harus lebih murah daripada produk lain dan harus menawarkan nilai yang sama kepada konsumen. Jika salah satu dari dua faktor ini diabaikan maka jelas tidak akan dianggap sebagai barang pengganti.
Apa saja contoh barang substitusi? Contoh klasik barang pengganti adalah teh dan kopi. Produk-produk ini memiliki sifat yang serupa dan industri tempat mereka beroperasi hampir identik. Mereka juga digunakan untuk tujuan yang hampir sama, dan masing-masing dikonsumsi oleh jumlah orang yang sama setiap hari. Inilah mengapa kedua produk ini termasuk barang substitusi.
Dalam ilmu ekonomi, permintaan mengacu pada jumlah barang atau jasa yang orang mau dan mampu beli dengan harga tertentu. Jika tidak ada penawaran, permintaan tidak akan berpengaruh.
Banyak barang pengganti permintaan membuat cenderung elastis. Ini berarti bahwa semakin banyak orang yang menggunakan pengganti permintaan, harga naik dan penawaran meningkat. Elastisitas dihitung dengan membagi persentase perubahan kuantitas yang diminta dengan persentase perubahan harga. Semakin rendah elastisitasnya, semakin elastis permintaannya.
Barang pengganti sendiri adalah barang, jasa, atau barang apa pun yang dapat melakukan menggantikan barang asli. Ketika satu produk adalah pengganti yang lain dan permintaan meningkat, harga barang mungkin naik karena permintaannya meningkat.
Sedangkan elastisitas permintaan adalah ukuran tanpa dimensi dalam ekonomi, sosiologi dan pemasaran yang mengukur seberapa sensitif konsumen terhadap perubahan harga produk. Dalam ilmu ekonomi, jika semua hal tetap konstan dari waktu ke waktu (termasuk pendapatan), maka penawaran juga akan tetap konstan. Jika terjadi perubahan harga, permintaan hanya akan bergeser ke barang pengganti. Elastisitas permintaan mengukur efek ini.
Menurut pandangan penulis, jika suatu produk memiliki substitusi yang rendah, maka elastisitas permintaannya tinggi karena permintaan akan meningkat seiring dengan kenaikan harga. Permintaan yang tinggi akan produk tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga. Namun, jika produk pengganti berlimpah, maka persentase perubahan harga yang tinggi mungkin tidak banyak berpengaruh pada permintaan. Hal ini karena lebih banyak orang dapat ditemukan yang akan membeli produk dengan harga baru dan dengan demikian beralih ke opsi tersebut. Karena pasokan barang substitusi melimpah, elastisitas permintaan akan rendah.
Contoh nyata dalam kehidupan yaitu misalnya dahulu mungkin kita menyukai membaca buku cetak karena ponsel belum memiliki akses internet secanggih sekarang. Namun, setelah teknologi yang semakin modern ternyata juga memberikan dampak pada dunia literasi, seperti adanya buku digital. Karena perubahan itu orang-orang kini prefer ke buku digital dengan alasan tidak sulit dibawa dan mengingat ponsel selalu melekat dengan kita setiap harinya. Cara hidup pun menjadi lebih efisien dan permintaan buku digital (di sini barang substitusi) semakin meningkat. Sehingga semakin elastis.
Kesimpulannya, elastisitas permintaan merupakan ukuran yang memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Hal ini mempertimbangkan harga produk dan jangka waktu pengukurannya. Melimpah tidaknya barang substitusi di sini berimbas pada perubahan elastisitas.
