Konten dari Pengguna
Pulau Nias: Surga Wisata Kelas Dunia yang Masih Terabaikan
13 Juli 2025 1:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Pulau Nias: Surga Wisata Kelas Dunia yang Masih Terabaikan
“Nias memiliki semua potensi untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, tapi hingga kini tetap tersembunyi. Mengapa pulau ini belum juga bangkit?”Jesen Zebua
Tulisan dari Jesen Zebua tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Di Ujung Barat Sumatra, Tersimpan Potensi Wisata yang Belum Tergarap

Pulau Nias di Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari dan budaya. Dengan ombak kelas dunia di Pantai Sorake, budaya megalitik di Bawomataluo, serta atraksi lompat batu yang ikonik, Nias seharusnya bisa bersaing dengan Bali atau Labuan Bajo. Sayangnya, pariwisata di Nias masih tertinggal karena kurangnya promosi, infrastruktur, dan perhatian pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
1. Potensi Besar, Tapi Tak Tersentuh
Dari Pantai Lagundri hingga situs budaya di Desa Bawomataluo, Nias memiliki kombinasi langka antara alam dan budaya. Komunitas selancar internasional telah lama menobatkan Sorake sebagai salah satu spot terbaik di dunia. Namun di dalam negeri, popularitasnya masih kalah dari destinasi mainstream seperti Labuan Bajo atau Mandalika.
2. Aksesibilitas Masih Rendah
Meski Bandara Binaka sudah melayani penerbangan dari Medan, jumlah rute masih terbatas dan harga tiket cukup mahal. Transportasi laut belum efisien dan kondisi jalan antarwilayah masih banyak yang rusak. Keterbatasan ini membuat wisatawan enggan berkunjung, terutama dari kalangan domestik.
3. Kurang Dukungan dari Pemerintah Pusat
Pulau Nias belum masuk dalam program prioritas nasional seperti “10 Bali Baru” yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Padahal, secara potensi, Nias sebanding dengan destinasi unggulan lainnya. Minimnya perhatian ini mencerminkan kesenjangan dalam pembangunan pariwisata antara pusat dan daerah.
ADVERTISEMENT
4. SDM dan Fasilitas Belum Memadai
Fasilitas pendukung seperti hotel, restoran, dan pemandu wisata masih minim. Masyarakat lokal pun belum banyak yang mendapatkan pelatihan tentang layanan wisata, digital marketing, hingga bahasa asing. Hal ini menyulitkan Nias bersaing di tingkat global, padahal wisatawan asing justru mencari keaslian budaya seperti yang dimiliki Nias.
5. Kurangnya Sinergi Antarwilayah
Pulau Nias terbagi menjadi lima wilayah administratif: Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli. Sayangnya, belum ada strategi pariwisata terpadu lintas wilayah. Akibatnya, promosi berjalan sendiri-sendiri dan tidak efisien dalam menarik wisatawan secara masif.
📊 Data dan Fakta
ADVERTISEMENT
⏳ Sudah Saatnya Nias Bangkit
Mengembangkan pariwisata di Nias bukan sekadar urusan ekonomi. Ini soal keadilan pembangunan bagi masyarakat kepulauan, pelestarian budaya leluhur, dan peningkatan martabat daerah. Nias memiliki semua syarat untuk menjadi destinasi unggulan nasional, asalkan ada kemauan politik dan strategi yang terarah.
🌊 Jangan biarkan Nias terus menjadi mutiara yang terkubur. Saatnya dia bersinar.
🖋️ Jesen Zebua
Penulis tinggal di Nias dan aktif dalam isu-isu pembangunan daerah. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas.

