Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
ChatGPT vs DeepSeek: Persaingan AI yang memanas antara AS dan China
26 Februari 2025 21:58 WIB
·
waktu baca 4 menitTulisan dari Jessy Andrea Lie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Di era digital yang terus berkembang saat ini, kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi. Sistem AI memiliki fokus pada pengembangan mesin yang memiliki kemampuan kognitif mirip manusia, khususnya dalam belajar, berpikir, beradaptasi, dan memecahkan masalah. Perkembangan AI yang begitu cepat tidak terlepas ssßaaafufaayi kemajuan teknologi dan meningkatnya pasar global. Data Statista menunjukkan peningkatan pasar AI dari tahun ke tahun.

Salah satu AI yang paling dikenal dan digunakan oleh banyak orang adalah ChatGPT, yang dikembangkan oleh OpenAI, sebuah perusahaan riset teknologi asal San Francisco, Amerika Serikat. ChatGPT diperkenalkan pada tahun 2022 dan mampu berinteraksi melalui percakapan serta memberikan respons terhadap pertanyaan-pertanyaan pengguna. Model Generative Pre-Trained Transformer yang dirancang dan dilatih untuk memahami berbagai macam pertanyaan dan permintaan pengguna memanfaatkan sejumlah data teks dari berbagai sumber, seperti buku, artikel, jurnal ilmiah, dan situs web.
ADVERTISEMENT
Fitur utama ChatGPT menyajikan percakapan yang membuat pengguna seolah-olah sedang berbicara dengan orang lain. AI ini juga fleksibel karena tidak terpaku hanya pada satu atau dua topik, tetapi dapat membahas berbagai jenis topik yang relevan. Hal ini menjadikan ChatGPT sebagai alat yang paling populer dan banyak digunakan, khususnya oleh berbagai kalangan usia, untuk membantu mereka dalam memecahkan permasalahan hingga menghasilkan konten yang menarik.
Melihat perkembangan dan peningkatan pengguna ChatGPT yang mencapai 100 juta, hal ini menunjukkan potensi besar dari AI untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di bidang pendidikan maupun bidang lainnya. Berkat pengembangan AI, khususnya di negara Amerika Serikat sebagai pengembang ChatGPT, AI ini memberikan dampak ekonomi dengan potensi pertumbuhan yang mencapai triliunan dolar dalam beberapa tahun mendatang. AI ini dapat mengotomatisasi tenaga kerja perusahaan agar lebih efisien dan meningkatkan daya saing.
ADVERTISEMENT
Namun, munculnya DeepSeek yang dikembangkan oleh Liang Wenfeng pada 20 Januari 2025 menawarkan model kinerja yang hampir setara dengan ChatGPT, sehingga AI ini mampu memikat 22,15 juta pengguna dalam waktu singkat. Keberadaan DeepSeek menimbulkan persaingan baru antara Amerika Serikat dan China dalam industri AI. DeepSeek yang berbasis di China tidak bisa diremehkan karena dianggap sebagai ancaman bagi negara dan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
DeepSeek memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan nasional dan privasi data bagi pengguna di Amerika Serikat, di mana ada potensi pemerintah China untuk mengakses dan memanipulasi data-data tersebut. Apalagi, DeepSeek mengklaim telah membangun model AI ini hanya menggunakan beberapa ribu chip berkapasitas rendah dari Nvidia, dengan biaya keseluruhan yang sangat sedikit, yaitu $5,6 juta. Hal ini tentu bertentangan dengan asumsi perusahaan-perusahaan Amerika bahwa teknologi yang maju seharusnya memerlukan investasi besar untuk menjamin kualitas dan keamanan AI tersebut. Sebagai perbandingan, OpenAI selama pengembangannya membutuhkan biaya $6 miliar, jauh lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan oleh DeepSeek.
ADVERTISEMENT
Menurut Amerika Serikat, meskipun ChatGPT masih belum bisa dikatakan sempurna, model AI tersebut memiliki komitmen yang kuat terhadap privasi dan keamanan data pengguna dibandingkan dengan DeepSeek, yang berisiko mengumpulkan dan menyimpan data penggunanya untuk kepentingan pemerintah China. Selain itu, model AI tersebut juga menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sensitif mengenai China.
Kehadiran DeepSeek memberikan keuntungan bagi pemerintah China dalam meningkatkan citra negaranya sebagai inovator teknologi dan mengembangkan AI secara luas dengan biaya yang lebih rendah, sehingga mengurangi ketergantungan negaranya pada teknologi asing. Hal ini menjadikannya sebagai bagian dari pemain baru dalam perkembangan teknologi masa depan yang selama ini selalu dipegang oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi DeepSeek ini sebagai peringatan bagi para pengembang AI di Amerika agar tetap fokus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam sektor pengembangan AI sementara pemerintah China menolak tuduhan Amerika Serikat tentang DeepSeek yang mengumpulkan data penggunanya untuk digunakan demi kepentingan negara China dan menekankan bahwa DeepSeek adalah AI yang Open-Source, dimana kode sumber dari AI tersebut sengaja dipublikasikan sebagai bentuk transparansi terhadap penggunanya.