Konten dari Pengguna

Sebenarnya Apa Tujuan Kita Kuliah?

Jevera Nail Alfreda

Jevera Nail Alfreda

Merupakan mahasiswa jurusan akuntansi syariah di UIN Raden Mas Said Surakarta

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jevera Nail Alfreda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.shutterstock.com/image-photo/graduation-caps-thrown-air-658847998
zoom-in-whitePerbesar
https://www.shutterstock.com/image-photo/graduation-caps-thrown-air-658847998

Oleh : Garnis Lanovara dan Jevera Nail Alfreda

Apa yang terlintas dibenak kita ketika mendengar kata “kuliah”? Sejak duduk dibangku SMA kita mulai ditanya “Mau lanjut kuliah atau ngga?” “Mau masuk jurusan apa?” dan bahkan “Kamu kalau ngga kuliah mau jadi apa?” Sebenarnya apa sih kuliah itu? Apa tujuan kita kuliah? Kuliah penting atau tidak? Bagaimana pengaruh kuliah ke diri kita? Tidak sedikit mahasiswa yang masuk perguruan tinggi, tetapi masih belum memiliki tujuan yang jelas seperti mengikuti arus yang ada saja. Mungkin kita hanya mengikuti arahan dari orang tua untuk kuliah atau bahkan mengikuti gengsi. Padahal jika kita melihat lebih dalam dengan melanjutkan ke perguruan tinggi kita akan berjalan disalah satu jalan menuju kesuksesan. Memang, bekerja dan sukses tidak harus dengan berkuliah dahulu tapi proses dari pendidikan dan belajar membentuk pola pikir yang akhirnya termenifestikan menjadi sebuah karakter. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah berbagai hal.

Sebagian orang memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebelum masuk ke dunia kerja. Bukan karena ingin menambah gelar nama belakang saja, tetapi menambah pengetahuan, wawasan dan relasi. Kita patut beryukur jika kita didukung oleh keluarga untuk masuk perguruan tinggi sesuai minat dan bakat. Meskipun sekarang ini sudah banyak beasiswa di perguruan tinggi yang disediakan oleh pemerintah dan pihak swasta, sebagian orang masih enggan untuk mengejar pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi karena beasiswa di perguruan tinggi juga terkadang hanya terbatas dan persyaratannya lumayan sulit. Tapi bagaimana jika kita masuk ke perguruan tinggi masih belum memiliki tujuan?

Menurut “Apa Psychology of Dictionary” Belajar adalah proses kita mengajar dan memperoleh pengetahuan, keterampilan atau makna dari yang kita pelajari yang pada akhirnya menurut Charles dan koleganya dalam “Dictionary of Education” merupakan proses seseorang mengembangkan sikap, kemampuan dan nilai-nilai praktis untuk mencapai kompetensi sosial (kemampuan menyelesaikan masalah) dan perkembangan individu. Proses berpendidikan tinggi atau kuliah membentuk struktur kita berfikir. Dalam membuat skripsi, kita membuat latar belakang, rumusan masalah, fakta lapangan, metode penelitian, bagaimana analisa kita dan solusi yang kita tawarkan, ini merupakan proses berlatih kita untuk menyelesaikan masalah sekitar. Menurut Miranda, seorang akademisi dari University of British Columbia Pendidikan tinggi bukan tentang memperoleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi tetapi mendorong kita untuk bisa mengambil bagian atau melakukan perubahan, Pendidikan tinggi merangsang inovasi, perkembangan ekonomi, peningkatan SDM, partisipasi politik dan kepedulian pada lingkungan. Dari sini kuliah sangat penting untuk membentuk pola pikir, membantu meningkatkan skill, kemampuan menyelesaikan masalah, melatih komunikasi dan menjadi lebih siap untuk bersaing.

Kuliah tanpa memiliki tujuan tiada artinya atau sia-sia. Memiliki tujuan atau target merupakan hal yang sangat penting. Bagaimana target panjang kita ke depan? 10 tahun lagi ke depan kita akan melihat diri sendiri sebagai siapa? Jadi apa? Walaupun tidak konkret setidaknya mendapatkan gambaran bidang apa yang kita inginkan, bagaimana bidang tersebut, skill apa yang harus dimiliki dan pengalaman dalam menyelesaikan projek seperti apa. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kita dalam mengambil keputusan, termasuk selama kuliah kita melakukan hal-hal seperti mengambil keputusan untuk masuk organisasi apa, komunitas apa, menekuni bidang apa bahkan kuliah dimana dan jurusan apa. Dengan memiliki tujuan kuliah kita akan menjadi lebih terarah, bermakna dan tentunya kuliah tidak sia-sia.

Untuk kalian yang merasa salah jurusan jangan jadikan hambatan untuk menentukan tujuan, kalian sadar memilih jurusan itu yang artinya kalian harus bertanggung jawab dengan pilihan tersebut. Banyak mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi hanya mengikuti gengsi baik dalam memilih Universitas maupun program studi. Seharusnya dalam memilih Universitas khususnya program studi harus disesuaikan dengan minat dan bakat kita agar ketika sudah masuk di Universitas dan program studi yang dipilih tidak merasa salah dalam memilih. Jika merasa salah jurusan jangan salahkan orang lain, zaman sekarang teknologi semakin canggih yang artinya kita dapat mengakses banyak informasi, kalian tidak salah memilih jurusan tetapi hanya malas untuk mengakases informasi. Sebagian dari mahasiswa pasti pernah merasakan salah dalam memilih program studi bukan karena tidak sesuai minat dan bakat, tetapi karena mata kuliah yang ditempuh semakin bertambah semester semakin sulit. Tetapi ada juga yang merasa salah memilih program studi karena memang minat bakatnya bukan disana yang berarti pada saat memilih program studi tidak mempertimbangkan banyak hal. Memang tidak ada jaminan karir harus sesuai dengan jurusan kuliah, tetapi jauh lebih baik jika ilmu pengetahuan, pengalaman serta skill selama 3-4 tahun yang kita dapat kita terapkan dalam dunia kerja karena kita sudah menginvest waktu dan tenaga selama 3-4 tahun untuk mengasah skill tersebut. Jika program studi itu benar-benar tidak sesuai dengan minat dan bakat jangan hanya diam saja tapi tingkatkan skill sesuai dengan bidang yang kalian minati. Mereka yang mempunyai skill sesuai dengan yang di butuhkan zamannya akan menciptakan kesempatan.

Jadi, tujuan kita berkuliah itu untuk apa? Jangan hanya ikut teman-teman saja, segera kenali diri sendiri, tingkatkan skill dan tentukan target. Jangan hanya berkuliah untuk mendapatkan nilai saja tapi explor banyak hal, perbanyak pengalaman dan jadi bagian dari solusi dimana kita berada. Tanpa mempunyai tujuan tidak akan produktivitas.