Sebuah Refleksi: Memaknai Hari Pentakosta

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Airlangga.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jhony Satria Purba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak umat Kristiani sudah mengetahui bahwasanya hari ini diperingati sebagai hari pentakosta yang dimana merupakan hari peringatan dicurahkannya Roh Kudus sebagaimana dijanjikan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke surga untuk mempersiapkan tempat kita, orang percaya.
Namun, sebenarnya apa maksud dari pencurahan Roh Kudus di dalam hari raya ini? Perlu kita ketahui bahwa di dalam kitab perjanjian lama, hari raya Pentakosta dirayakan untuk memperingati diberikannya lima kitab taurat oleh Tuhan kepada umat Israel, sehingga umat Yahudi dari segala suku bangsa dan bahasa berkumpul di Yerusalem untuk berziarah (Kisah Para Rasul 2:5). Dan ketika berada pada momentum yang pas ini, Roh Kudus menunjukkan kuasa kepada murid-murid Tuhan Yesus sehingga mereka dapat memberitakan perbuatan besar Tuhan dalam berbagai bahasa (Kisah Para Rasul 2:8-11). Hal ini membuat semakin banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus dan mengikuti Kristus.
Setidaknya terdapat tiga hal yang dapat kita refleksikan dari peringatan hari pencurahan Roh Kudus, yaitu:
1.Tuhan Memeteraikan Firman-Nya ke Dalam Hati Orang Beriman
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, hari raya pentakosta dirayakan untuk memperingati diberikannya lima kitab taurat oleh Tuhan kepada umat Israel, sehingga dengan tercurahnya roh kudus ke atas murid-murid memberikan pengertian baru terhadap hari raya pentakosta yaitu Firman Tuhan tersebut bukan lagi hanya di dalam bentuk fisik tetapi sudah ditanamkan ke dalam hati tiap orang percaya.
2.Kita Sudah Hidup di Zaman Akhir
Di dalam kitab Kisah Para Rasul 2:17 tertulis demikian “Akan terjadi pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi”. Terhitung dari saat murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus ribuan tahun lalu sampai saat ini, kita sudah memasuki zaman akhir dan oleh karena itu, diperlukan pegangan yang kuat terhadap Firman Tuhan yang telah terpatri di hati kita orang percaya agar kita mampu menahan godaan dunia ini, sehingga kita dapat bersatu kembali di dalam Tuhan.
3.Roh Kudus Memberi Kekuatan Untuk Memberitakan Injil.
Dengan kita menjadi orang percaya dan dipenuhi Roh Kudus, maka kita diberikan pemahaman dan kekuatan dalam memberitakan Injil kepada siapapun juga, baik itu teman maupun keluarga terdekat kita dengan tujuan untuk mendekatkan mereka kepada Tuhan. Hal ini sesuai dengan yang tertuang pada Kisah Para Rasul 1:8.
REFLEKSI:
Sudahkah kita mendengarkan Roh Kudus yang ada di hati kita setiap hari?
