Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp 13,8 Triliun Tahun Ini

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waprea Jusuf Kalla di Rakornas Baznas (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Waprea Jusuf Kalla di Rakornas Baznas (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar rapat koordinasi Zakat Nasional di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (4/10). Acara ini dihadiri ratusan pengurus Baznas dari seluruh Indonesia.

Acara bertajuk 'Pengarus-utamaan Zakat Infaq Sadaqah (ZIS) Dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) dan Pencapaian Sustainable Development Goals' ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo, dalam sambutannya memaparkan peningkatan jumlah pengumpulan zakat dari masyarakat.

"Banzas mulai dikenal lembaga negara mengurus Zakat, Infaq, Sadaqah (ZIS), dana sosial lain, bahkan CSR. Pengumpulan Zakat Infaq Sadaqah 2016 mencapai Rp 5,12 triliun, tumbuh 39,5 persen dari 2015 yang mencapai Rp 3.67 triliun," kata Bambang di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, (4/10).

Waprea Jusuf Kalla di Rakornas Baznas (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Waprea Jusuf Kalla di Rakornas Baznas (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Dia menjelaskan, tahun ini sebenarnya potensi pengumpulan zakat individu sebesar Rp 138 triliun. Namun, dari jumlah tersebut Baznas menarget dapat menumpulkan 10 persen dari jumlah tersebut.

"(Jadi) Kalau 10 persennya (potensi zakat individu) itu Rp 13,8 triliun. Target tahun ini Rp 8,12 triliun, masih cukup jauh jaraknya dari apa yang kami idam-idamkan," tambah Bambang.

Baznas, kata dia, saat ini tengah memperkuat badan zakat dan amil zakat sebagai lembaga pengelola keuangan syariah. Harapannya, Baznas bisa menjadi lembaga keuangan kredibel dan memenuhi standar OJK.

Hal tersebut, menurut Bambang, dapat dicapai dengan adanya sinergi pendistribusian dengan pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.