Dua Serangan Bom di Mesir Tewaskan 43 Orang

43 orang meninggal dunia dan 100 orang lebih mengalami luka-luka dalam serangan bom di dua gereja Koptik di Mesir pada Minggu (9/4). Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi telah memanggil Dewan Pertahanan Nasional untuk menangani keadaan darurat tersebut.
Seperti dilansir Reuters, Sisi mengutuk keras dua inseden bom pada pusat agama minoritas itu. Selama ini pihaknya menjadi benteng pertahanan untuk melawan terorisme di Timur Tengah.
"Serangan itu hanya akan mengeras penentuan (orang-orang Mesir) untuk bergerak maju pada lintasan mereka, untuk mewujudkan keamanan, stabilitas dan pembangunan yang komprehensif," kata Sisi dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: WNI di Mesir Diminta Waspada Usai Serangan Bom Gereja
Serangan bom itu terjadi seminggu sebelum Koptik Paskah dan kunjungan Paus Francis yang dijadwalkan mengunjungi akhir bulan ini.
Bom pertama meledak di gereja George St di Tanta, kota di utara Kairo. Bom menewaskan setidaknya 27 orang dan mengakibatkan 78 orang menderita luka.

Selang beberapa jam kemudian serangan bom bunuh diri meledakan Saint Mark Katedral di Alexandria, Mesir. Serangan itu mengakibatkan 16 orang yang tiga diantaranya polisi meninggal dunia. Serangan bom kedua itu juga melukai 41 orang.

