Tak Perlu Sering ke Pasar, Ada Cara Mudah Agar Kualitas Pangan Tetap Segar

Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jihan Fahira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Depok (8/8/21) - Kebijakan PPKM di Jawa dan Bali, menyebabkan masyarakat harus membatasi berbagai kegiatan diluar rumah termasuk kegiatan berbelanja pangan segar. Masyarakat cenderung membeli kebutuhannya dalam jumlah yang besar untuk mengurangi intensitas berbelanja di pasar. Apakah anda juga mengalami hal yang sama?
Menjawab permasalahan itu, mahasiswi KKN Tim II dari Universitas Diponegoro, Jihan Fahira terdorong melakukan kegiatan "Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengkonsumsi Bahan Pangan Segar Berkualitas untuk Menjaga Kesehatan Melalui Booklet".
Pangan segar adalah pangan yang belum diolah dan dapat dikonsumsi secara langsung, dijadikan sebagai bahan baku pengolahan makanan atau minuman atau telah mengalami pengolahan minimal.
Macam-macam pangan segar dan cara menjaga kualitasnya bisa disimak di sini!
Biji-bijian
Biji-bijian yang ditemukan di pasar biasanya telah melalui proses pengeringan. Penyimpanan kedap udara dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan lho. Wadah penyimpanan harus terbuat dari bahan yang tidak bercelah, bersih dan kering. Penyimpanan biji-bijian dalam wadah kedap udara lebih optimal ketika dimasukkan ke dalam chiller bersuhu 2-5°C.
Buah-buahan
Upaya menjaga kualitas buah dapat dibedakan berdasarkan aktivitas respirasinya lho dan terbagi menjadi 2 yaitu klimaterik dan non-klimaterik. Buah klimaterik itu buah yang masih dalam proses pematangan ketika dipanen sedangkan buah non klimaterik memulai proses pembusukan setelah proses panen. Buah klimateriklebih baik disimpan di suhu ruangan serta diberi jarak antar buah agar proses pematangan buah optimal. Sedangkan, buah non-klimaterik lebih baik disimpan di dalam chiller untuk menghambat proses pembusukan.
Sayuran
Ingat! Sayuran mengandung kadar air yang tinggi sehingga mudah busuk apabila tidak ditangani dengan benar. Cara untuk menjaga kualitas sayuran yaitu:
1) Lap sayuran dengan bersih menggunakan kain
Sayuran tidak boleh dicuci dengan air ya! karena dapat meningkatkan kelembapan dan lebih cepat busuk.
2) Potong dan buang batang sayuran
Batang sayuran dapat terus mengeluarkan yang bikin lembab dan busuk.
3) Sayuran disimpan di chiller bersuhu 1-4°C
Protein
Ayam
1) Dipotong dan disimpan pada wadah terpisah-tertutup
Jangan biarkan ayam sering keluar-masuk kulkas ya!
2) Hindari mencuci ayam
Kalian tau nggak? mencuci ayam bisa meningkatkan kontaminasi mikroba lho.
3) Ayam disimpan di freezer bersuhu <-18°C (Tahan ±3 bulan)
Daging Sapi
1) Dipotong dan disimpan pada wadah terpisah-tertutup
2)Hindari mencuci daging sapi
3) Simpan daging di chiller kemudian di freezer
Ikan
1) Buang insang dan isi perut ikan
2) Cuci bersih ikan menggunakan air mengalir
3) Simpan ikan pada wadah tertutup di freezer bersuhu 0-5°C
Telur
1) Bersihkan telur menggunakan lap bersih
Hindari mencuci telur menggunakan air karena dapat menyebabkan salmonella mengkontaminasi telur melalui pori-pori.
2) Simpan telur di dalam chiller
3) Sesekali balik posisi telur
Susu
Susu segar tidak dapat langsung diminum karena mengandung banyak bakteri. Kualitasnya dapat dijaga dengan melakukan pasteurisasi atau sterilisasi. Pasteurisasi adalah kegiatan memanaskan bahan pangan pada kondisi suhu 63-66°C selama 30 menit atau suhu 71°C selama 15 detik. Sterilisasi adalah kegiatan memanaskan bahan pangan pada suhu 100-120°C .
Selanjutnya susu dapat disimpan di wadah tertutup pada chiller bersuhu 2-3°C.
Apa yang anda makan adalah anda sebenarnya. Yuk! mulai jaga kualitas makanan yang anda konsumsi agar dan kuat sehingga terhindar dari penyakit terutama di masa pandemi Covid-19. Salam sehat!
