KKN Cakrawana Pleret UGM Bangun Insinerator Sederhana Atasi Sampah Sentulrejo

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jihan Farbiyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bantul, 30 Juli 2026 — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cakrawana Pleret UGM menyelenggarakan program kerja bertajuk Pembuatan dan Sosialisasi Alat Insinerator Sederhana Guna Mengatasi Permasalahan Sampah di Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan Tim KKN-PPM UGM Cakrawana Pleret Periode 2 Tahun 2026 yang berfokus pada isu pengelolaan sampah di tingkat padukuhan.
Program ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan sampah di Padukuhan Sentulrejo, di mana sebagian warga masih terbiasa membakar sampah secara sembarangan tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan, khususnya dari sampah anorganik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi berupa alat insinerator sederhana yang dapat dimanfaatkan warga untuk mengolah sampah secara lebih aman dan terkendali.

Alat insinerator dibangun menggunakan susunan bata hebel yang dicat hijau dan kuning, dengan ruang bakar di bagian bawah sebagai tempat pembakaran sampah. Selain alat insinerator, tim KKN juga membuat papan edukasi yang memuat informasi mengenai lama waktu terurai berbagai jenis sampah, mulai dari yang terurai dalam hitungan minggu hingga sampah plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Papan ini ditempatkan berdampingan dengan alat insinerator agar warga dapat langsung melihat dan memahami pentingnya memilah serta mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Setelah alat insinerator selesai dibangun, Tim KKN Cakrawana Pleret mengadakan kegiatan sosialisasi kepada warga Padukuhan Sentulrejo untuk mengenalkan fungsi, cara kerja, serta tata cara penggunaan alat tersebut secara aman. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN turut mempraktikkan langsung proses pembakaran sampah menggunakan alat insinerator di hadapan warga, sekaligus menjelaskan jenis-jenis sampah yang dapat maupun tidak dapat diolah menggunakan alat tersebut.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga yang hadir turut memperhatikan proses pembakaran serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai keamanan penggunaan alat, jenis sampah yang boleh dibakar, hingga cara perawatan alat insinerator agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat padukuhan dan tokoh masyarakat setempat.
Aqil, mahasiswa KKN Cakrawana Pleret UGM, berharap alat yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah program KKN selesai.
“Kami berharap alat ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat di Padukuhan Sentulrejo. Semoga dengan adanya alat ini, permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan sampah maupun asap dari pembakaran yang tidak terkendali dapat berkurang,” ujar Aqil.
Melalui program ini, Tim KKN Cakrawana Pleret berharap masyarakat Padukuhan Sentulrejo dapat memanfaatkan alat insinerator secara berkelanjutan sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah di tingkat padukuhan. Selain membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang aman dan ramah lingkungan.
