Konten dari Pengguna

Gaya Kepemimpinan Scott Morrison dalam Menangani COVID-19 di Australia

Jihan Afifah Rifdah

Jihan Afifah Rifdah

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jihan Afifah Rifdah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perdana Menteri Australia Scott Morrison. (Sumber: Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. (Sumber: Getty Images)

Australia dianggap menjadi salah satu negara yang memiliki penanganan COVID-19 terbaik. Kebijakan yang telah ditetapkan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 di Australia tentunya tidak terlepas dari peran pemimpinnya. Scott Morrison, yang merupakan Perdana Menteri Australia, menjadi orang yang memiliki peran penting dalam penanganan kasus tersebut di negaranya.

Lalu, bagaimana gaya kepemimpinan Scott Morrison jika dilihat dari strategi yang diterapkannya dalam merespons pandemi COVID-19?

Scott Morrison dikenal sebagai pemimpin yang memiliki karakter pekerja keras oleh rekan-rekannya. Sebelum menjabat sebagai Perdana Menteri Australia, Scott Morrison sudah memiliki karier yang baik dalam dunia politik dan memiliki pengaruh yang besar.

Scott Morrison resmi menjadi Perdana Menteri Australia ke-30 setelah memenangkan pemilihan ketua Partai Liberal dan menggantikan Malcolm Turnbull. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Turnbull dan menjadi Menteri Imigrasi dan Keamanan Perbatasan di era Tony Abbott.

Sejak awal munculnya virus COVID-19, Scott Morrison telah sigap dalam merespons perkembangan virus COVID-19. Hal ini ditunjukkan dengan tindakan antisipasi melalui rencana keadaan darurat yang dilakukan oleh pemerintah Australia. Namun, tindakan antisipasi tentu tidak cukup untuk memerangi virus COVID-19 di Australia.

Lantas, langkah apa yang telah dilakukan Scott Morrison dalam menghadapi pandemi di tengah masa kepemimpinannya? Simak kelanjutannya di bawah ini.

Strategi Scott Morrison dalam Menangani COVID-19

Dalam mengatasi pandemi COVID-19, Scott Morrison telah melakukan berbagai macam cara dan strategi. Respons awal yang diambil oleh pemerintah Australia adalah tidak menunda untuk menutup perbatasan internasional, terutama dari China. Kebijakan ini dianggap sebagai keputusan yang tepat mengingat Australia juga tidak memiliki perbatasan secara langsung, sehingga memudahkan Australia untuk melakukan “lockdown”.

Langkah yang diambil oleh Scott Morrison ini dianggap berhasil dalam menangani COVID-19 karena ia tidak terburu-buru dalam membuka perbatasan. Scott Morrison menerapkan lockdown penuh di seluruh negara bagian di mana warga negara Australia hanya boleh melakukan kegiatan yang benar-benar penting, seperti membeli kebutuhan pokok, berolahraga, dan bekerja maupun bersekolah jika tidak memungkinkan dilakukan dari rumah.

Strategi lain yang dilakukan oleh Scott Morrison adalah dengan melibatkan para ahli di bidang kesehatan dengan mendengarkan saran mereka dan mempertimbangkannya. Australia membentuk Kabinet Nasional yang terdiri dari Perdana Menteri dan Kepala Negara Bagian, untuk memudahkan koordinasi dengan pemerintah negara bagian.

Dalam menyusun kebijakan, Australia dibantu dengan saran-saran dari para ahli. Sebagai contoh, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Australia merujuk pada modelling scenarios yang dibuat oleh pakar epidemiologi Australia. Dari hasil modelling scenarios tersebut, terdapat tiga hal yang harus dilakukan pemerintah Australia dan masyarakatnya. Tindakan tersebut adalah physical distancing, meningkatkan kapasitas sistem kesehatan, dan melakukan isolasi bagi pasien yang terjangkit virus dan orang-orang di sekitarnya.

Australia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 pada 22 Februari 2021 dengan tenaga medis staf panti jompo menjadi prioritas. Setidaknya, 4 juta warga Australia diperkirakan sudah akan disuntik vaksin COVID-19 pada bulan Maret. Scott Morrison merupakan orang pertama yang menerima suntikan vaksin COVID-19.

Scott Morrison mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi di negaranya merupakan langkah besar untuk memungkinkan situasi kembali normal. Dengan menjadi orang pertama yang melakukan vaksinasi, menunjukkan bahwa Scott Morrison ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa tidak perlu ada yang ditakuti dari vaksinasi COVID-19, mengingat masih banyak masyarakat yang ragu dalam melakukan vaksinasi.

Setiap pemimpin memiliki cara dan gaya kepemimpinannya masing-masing dalam menghadapi COVID-19 di negaranya. Scott Morrison hanyalah satu dari sekian banyaknya pemimpin yang tengah berjuang membangkitkan negaranya yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, hendaknya para pemimpin benar-benar memahami kondisi negaranya agar dapat memilih kebijakan yang tepat.

Daftar Referensi

BBC.com. (2020). Scott Morrison: How Australia's PM rebuilt his reputation. Sydney.

CNNIndonesia.com. (2018). Dilantik, Scott Morrison Resmi Jadi PM Australia. Jakarta.

Mayangsari, F. (2020). Respon Pemerintah Australia terhadap Pandemi COVID-19: Koordinasi sebagai Kunci Efektivitas Kebijakan. Global Strategis, 279-296.

News.detik.com. (2021). Australia Mulai Vaksinasi Corona, PM Morrison Jadi yang Pertama. Sydney.