Metode dalam Meningkatkan Minat Baca

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta
Tulisan dari Jihan Mutia Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minat baca lahir berdasarkan pribadi setiap individu, untuk meningkatkan minat baca pada diri seseorang haruslah dari kemauan dan kesadaran pribadi. Negara yang memiliki minat baca tinggi merupakan cerminan dari negara maju, sehingga minat baca berkedudukan sebagai salah satu pilar utama kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia sendiri tingkat membaca masyarakat masih tergolong sangat rendah.
Laporan bank Dunia no.16369-IND (Education in Indonesia from Crisis to recovery) menyebutkan bahwa tingkat membaca usia kelas VI Sekolah Dasar di Indonesia hanya mampu meraih skor 51,7 di bawah Filipina (52,6), Thailand (65,1) dan Singapura (74,0). Data Badan Pusat Statistik tahun 2006 menunjukan bahwa penduduk Indonesia yang menjadikan baca sebagai sumber informasi baru sekitar 23,5%. Sedangkan yang menonton televisi 85,9% dan mendengarkan radio 40,3% (Kasiyun, 2015).
Berdasarkan data diatas anak usia kelas VI Sekolah Dasar (SD) memiliki skor jauh lebih rendah dibanding negara tetangga yaitu Singapura dalam kemampuan tingkat membaca. Data lain juga menyatakan masyarakat indonesia lebih memilih menonton televisi ketimbang mencari informasi baru dengan membaca.
Tahun 2023 minat membaca masyarakat Indonesia semakin rendah saja. Dari 1.000 orang Indonesia hanya satu orang saja yang minat membaca, artinya hanya sekitar 0,001% saja orang yang memiliki minat membaca tinggi. Dengan adanya kemajuan teknologi, membaca bukan menjadi hal yang diminati lagi oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa saat ini. Tak jarang kita melihat sekumpulan anak-anak dengan gadget ditangannya yang lebih memilih untuk bermain game online dibandingkan harus membaca buku. Karena itu banyak anak-anak yang telat bisa membaca pada usia yang seharusnya sudah bisa membaca. Para remaja pun demikian, di waktu senggangnya mereka lebih memilih untuk mabar (main bareng) game online dibandingkan harus membaca buku atau sekadar membaca ulang materi yang telah disampaikan oleh gurunya.
Tidak kalah berbeda dengan orang dewasa, dikarenakan dengan kemajuan teknologi, orang dewasa juga diberi banyak pilihan untuk mendapatkan suatu informasi. Diantaranya bisa berupa video (youtube, tiktok), gambar (Instagram), maupun tulisan (twitter, blog, website, jurnal), dll. Dengan adanya pilihan tersebut, orang dewasa akan lebih memilih pilihan yang paling mudah, yaitu dengan menggunakan video. Mereka tidak perlu repot-repot untuk membaca, hanya mendengarkannya saja mereka sudah tau topik apa yang sedang dibahas.
Metode efektif dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia
Kenyataan bahwa tidak banyak orang yang gemar membaca sudah cukup menjadikan suatu alasan bagi diri sendiri untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai alternatif terbaik untuk memperoleh informasi sebagai model pembelajaran kita. Membaca bukanlah hal baru, membaca adalah model pembelajaran yang efektif untuk menjadikan seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Membaca akan menjadi efektif dan menyenangkan jika kita memahami dan mengetahui arti dari membaca serta metode yang tepat.
Membaca merupakan suatu pemahaman isi dari apa yang tertulis dari buku. Membaca juga bertujuan untuk membentuk pemahaman oleh pembaca apa yang sedang di baca. Membaca juga memperoleh pengetahuan dan ilmu baru serta mendapatkan manfaat apa yang telah dipahami isi dari tulisan dan kata-kata yang terdapat dalam bacaan (Elendiana, 2020).
Membaca merupakan sebuah pesan tulisan yang bermakna pada suatu isi dari apa yang telah di tulis. Makna tersebut dipetik dari isi bacaan yang telah di baca. Dari makna tersebut kita dapat mengetahui informasi dan ilmu pengetahuan baru, baik secara tersirat maupun tersurat. Membaca merupakan gerbang menuju ilmu pengetahuan. Untuk mencapai gerbang tersebut kita membutuhkan metode yang efektif dan efisien.
Metode yang pertama adalah dengan mengenali personality diri sendiri. Ada keterkaitan antara membaca dengan gaya belajar seperti dengan metode visual, dimana ada orang yang membaca harus dalam keadaan tenang dan tidak berisik, ada juga orang yang membaca harus dalam keadaan rileks, ada orang yang membaca harus dengan mendengarkan musik, serta ada juga orang yang membaca sambil berjalan kesana-kemari. Metode-metode yang telah disebutkan tadi adalah turunan dari gaya belajar visual (karena membaca termasuk media visual).
Gaya belajar visual merupakan proses yang bersandar pada indera penglihatan ketika menyerap informasi. Pelajar dengan gaya belajar visual tertarik kepada pemandangan yang akrab, dan mengingatkan tanda-tanda visual seperti gerak, warna, bentuk, dan ukuran. Tipe belajar ini memiliki kecenderungan bawaan untuk melihat sesuatu yang kemudian tangannya menunjuk apa yang dilihat (Putri & Hidayah, 2021).
Jadi terdapat hubungan antara gaya belajar visual (membaca) dengan personality. Kita harus mengenali diri sendiri dalam membaca dengan menemukan metode yang tepat. Tergantung kenyamanan tiap individu dalam membaca. Jika kita telah mengenali diri kita dengan metode yang tepat maka membaca akan menjadi lebih efektif.
Metode yang kedua yaitu dengan mencari kata kunci pada suatu gagasan atau ide pokok. Kata kunci merupakan kata yang berkesinambungan dan mewakili isi dari suatu paragraf tersebut. Kata kunci bisa dalam bentuk tersirat maupun tersurat dalam tiap paragraf. Selanjutnya kata kunci tersebut bisa dikembangkan ke dalam bentuk gagasan pokok.
Gagasan pokok adalah informasi fokus utama dan jabaran gagasan pokok adalah informasi fokus pendukung. Untuk menemukan gagasan pokok paragraf, pembaca harus mampu menemukan kalimat topik dalam paragraf karena gagasan pokok terkandung dalam kalimat topik (Romansyah, 2017).
Metode yang ketiga yaitu membaca dengan sekali duduk. Maksud dari sekali duduk disini adalah pembaca menyelesaikan bacaan pada satu waktu atau One time one topic at the time. Jadi jika pembaca memulai membaca bagian dari sebuah wacana/topik pembaca diharuskan untuk menyelesaikan bacaanya dalam satu waktu tersebut. Hal ini berguna agar pembaca tidak kehilangan fokus bacaan.
Metode yang keempat adalah mencari tahu arti kata yang sulit dimengerti. Terkadang dalam bacaan terdapat kata/istilah yang awam dan ambigu sehingga pembaca sulit untuk mengartikan kata tersebut dengan benar. Akibatnya terdapat miss communication antara bacaan dengan pembaca. Sehingga pembaca memerlukan pemahaman yang lebih banyak, pemahaman ini dapat diperoleh dengan mencari tahu arti kata yang sulit tersebut pada KBBI atau PUEBI online yang terdapat dalam website.
Pada dasarnya membaca adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun masyarakat Indonesia masih rendah sekali minat membacanya. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia belum mengetahui dan menemukan metode yang cocok dalam membaca. Apabila kita mengetahui metode yang cocok dengan mengenali personality diri sendiri, mengetahui kata kunci dan ide pokok, serta memiliki kosakata yang memadai membaca akan jauh lebih efektif. Untuk mencapai ke efisiensian dalam membaca, pembaca dapat menggunakan metode one time one topic at the time serta latihan membaca yang rutin agar pembaca lebih fokus dan paham terhadap bacaan yang sedang dibaca.
Daftar Pustaka
Elendiana, M. (2020). Upaya meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling …, 2(1), 54–60. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/572
Kasiyun, S. (2015). Upaya meningkatkan minat baca sebagai sarana untuk mencerdaskan bangsa. Jurnal Pena Indonesia (JPI), 1(1), 79–95. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpi/article/view/140
Putri, R. N., & Hidayah, N. (2021). Penyesuaian Diri, Dukungan Sosial, dan Gaya Belajar Visual terhadap Stres Akademik Siswa di Masa Pandemi. Psyche 165 Journal, 14(4), 329–335. https://jpsy165.org/ojs/index.php/jpsy165/article/view/136
Romansyah, K. (2017). Strategi Membaca Pemahaman yang Efektif dan Efisien. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra …, 4(1), 69–79. https://jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/407
