Konten dari Pengguna

Malas Bekerja, Mengemis di Pinggir Jalan Menjadi Sebuah Tradisi

Jihan Salsabila

Jihan Salsabila

Saya merupakan seorang mahasiswi aktif di Universitas Amikom Purwokerto Prodi Ilmu Komunikasi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jihan Salsabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senin, 29 April 2024 | 18.00

Jihan Salsabila

umber: Dokumentasi Pribadi (Salah satu pengemis yang sedang menunggu lemparan uang dari pengendara, Minggu 28 April 2024)

Banyumas -- Deretan pepohonan menghiasi jalan krumput, Desa Pagelaran, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Tidak nampak pemukiman warga dijalan ini, tetapi banyak warga yang duduk di pinggir jalan untuk menunggu lemparan uang dari pengendara yang melewati jalan ini.

Setiap hari pasti ada warga yang menunggu lemparan uang dari pengendara. Bahkan mereka mempunyai waktu tersendiri untuk berada disana. Kegiatan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun yang pada akhirnya menjadi kebiasaan bagi warga sekitar untuk mendapatkan penghasilan.

Salah satu pengemis di jalan krumput mengatakan bahwa dirinya sudah hampir 5 tahunan melakukan hal tersebut. Pada awalnya dia bekerja di salah satu PT, karena hasil yang di terima saat bekerja di sana tidak sesuai dengan harapannya, dia lebih memilih untuk duduk pinggir jalan dan menanti lemparan uang dari para pengendara yang melintas.

"Biasanya dapat Rp50.000,00 - Rp60.000,00 per hari kalo hari libur bisa sampai Rp100.000,00" ujar salah satu pengemis

Kebiasaan yang sudah di lakukan selama puluhan tahun ini membuat warga menggantungkan hidupnya dengan mengais rezeki dari pengendara yang melintas di jalan tersebut.