kumplus Opini JJ Rizal- Depok

Depok: Kawasan Bersejarah dan Politik Memori

Sejarawan. Pengelola penerbit Komunitas Bambu.
7 Desember 2021 16:42
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sembari berdiri di depan makam Adolf van der Capellen, kerabat Gubernur Jenderal Godert A.G.P Baron van der Capellen (1816-1826), Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns berkata: "Saya baru pertama kali datang ke Depok Lama dan masih ada generasi ke-10 anak ruhani Cornelis Chastelein. Ini sangat istimewa sekali."
Daun kalender menunjuk hari Kamis, 11 November 2021. Lambert berada di pemakaman tua Kaum Depok—istilah yang merujuk kepada 12 marga anak ruhani Chastelein—di Jalan Kamboja, sebelah timur pusat kota Depok Lama yang menjadi jantung Chastelein mengelola tanahnya sejak 1696. Di pemakaman yang berdiri pada 1851 itu, di depan makam seorang elite Belanda yang meninggal 6 April 1888, Lambert tampak bersemangat untuk melibatkan Pemerintah Belanda dengan upaya pembangunan kembali Depok Lama sebagai kawasan bersejarah.
"Ini merupakan tempat istirahat orang-orang yang membawa warisan zaman dahulu dan menunjukkan hubungan yang kuat antara Indonesia-Belanda," ucap Lambert. Dari sini arti penting kunjungannya ke Depok pun terangkum, terutama dalam kata “warisan zaman dulu” dan “hubungan kuat Indonesia-Belanda”. Sebab inilah kunci memahami mengapa gagasan menyelamatkan Depok Lama sebagai kawasan bersejarah di Depok—terutama dari Stasiun Depok Lama ke Jalan Pemuda, Jalan Kamboja, sampai Jembatan Panus—berjalan lambat (jika tidak mau dibilang sukar diwujudkan).
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Jika pemerintah gagal menegakkan sociale rechtvaardigheid tapi pemimpinnya dipuja, ingat piwulang Blegeduwong: bulu ayam setebal apa pun tidak akan menutupi perbuatan bohongnya. Kolom JJ Rizal di kumparanplus, terbit tiap Rabu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten