Konten dari Pengguna

Debat Asian Parliamentary: Bedanya dengan British Parliamentary

Joaquin Setiawan

Joaquin Setiawan

mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Joaquin Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi debat diambil dari unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi debat diambil dari unsplash.com

Dalam dunia debat, terdapat 2 sistem (parliamen) perdebatan yang kerap digunakan. Dalam lingkup SMA, parliamen yang sering digunakan adalah Asian Parliamentary (AP). Sebaliknya, dalam lingkup universitas (varsity), sistem yang kerap digunakan adalah British Parliamentary (BP). Berikut sedikit mengenai perbedaan keduanya dan pembahasan lebih mendalam mengenai British Parliamentary dalam debat.

Perbedaan Sistem Debat British Parliamentary dan Asian Parliamentary secara umum:

  1. Jumlah tim yang berlomba dalam setiap ronde. Dimana dalam Asian Parliamentary, setiap ronde akan berisi 2 tim dengan kedudukan sebagai government atau opposition. Dalam British Parliamentary, setiap ronde debat akan berisikan 4 tim yang terdiri dari Opening Government, Opening Opposition, Closing Government, dan Closing Opposition.

  2. Jumlah anggota dalam 1 tim. Dalam Asian Parliamentary, setiap tim memiliki 3 anggota (Prime minister sebagai pembicara pertama, Deputy prime minister, dan Government whip sebagai pembicara terakhir atau Leader of opposition sebagai pembicara pertama, Deputy leader of opposition, dan Opposition whip sebagai pembicara terakhir). Dalam British Parliamentary, setiap tim berisikan 2 anggota dan peran masing-masing anggota tergantung dari letak atau posisi tim dalam sebuah ronde.

  3. Skema atau alur perdebatan. Dalam Asian Parliamentary, skema debat kurang lebih seperti berikut: Pembicara pertama gov, pembicara pertama opp, pembicara kedua gov, pembicara kedua opp, pembicara ketiga gov, pembicara ketiga opp, kesimpulan dari opp, kesimpulan dari gov. Dimana dalam British Parliamentary, skema kurang lebih seperti berikut: Pembicara pertama gov, pembicara pertama opp, pembicara kedua gov, pembicara kedua opp, pembicara ketiga gov, pembicara ketiga opp, pembicara keempat gov, dan pembicara keempat opp tanpa ada kesimpulan dari masing-masing tim.

* Gov: Government, Opp: Opposition

Mengenai Sistem Debat Asian Parliamentary

Perbedaan yang paling besar dari Asian Parliamentary dan British Parliamentary terletak dari tim yang berdebat, dimana dalam British Parliamentary terdapat 4 tim yang masing-masing beisikan 2 anggota. Sedangkan Asian Parliamentary terdapat 2 tim masing-masing terdiri dari 3 orang pendebat. Tim-tim tersebut terdiri dari:

  1. Government team. Berisikan Prime Minister, Deputy Prime Minister, dan Member of the Government. Salah satu dari Prime Minister atau Deputy Prime Minister akan berperan lagi sebagai Government Reply Speaker.

  2. Opposition team. Berisikan Leader of Opposition, Deputy Leader of Opposition, dan Member of the Opposition. Salah satu dari Leader of Opposition atau Deputy Leader of Opposition akan berperan lagi sebagai Opposition Reply Speaker.

Fungsi dan Peran Masing-Masing Peran secara Singkat

  • Pembicara pertama membuka topik dan menentukan arah debat juga memberikan argumen sebagai fondasi untuk rekan satu timnya

  • Pembicara kedua memperpanjang poin argumen dari pembicara pertama, boleh menambah argumen atau memberikan tambahan dari argumen yang diberikan pembicara pertama

  • Pembicara ketiga memberikan tambahan dari argumen yang diberikan pembicara pertama atau kedua. Argumen tambahan dari pembicara ketiga tidak akan dihitung oleh juri

  • Pembicara terakhir (Reply Speaker) memberikan banyak alasan dan perbandingan mengapa sisi mereka lebih benar sebagai penutup debat.

Kedua sistem debat, Asian Parliamentary juga British Parliamentary membutuhkan kekompakan dan kemampuan berpikir yang kritis dari setiap anggotanya. Kekompakan dan kemampuan berpikir kritis ini dapat didapatkan dengan sering mengikuti lomba atau sparring debat untuk memperbanyak pengalaman debat.