Bisnis
·
20 Agustus 2020 16:04

7 Tips Mengembangkan Skill dan Kompetensi Diri

Konten ini diproduksi oleh Job2Go
7 Tips Mengembangkan Skill dan Kompetensi Diri  (1119150)
searchPerbesar
Mengikuti kursus online membantu kamu mengembangkan skill [designed by Freepik|@freepik.com]
Dalam berkarir dan mengejar cita-cita, hal yang akan kita ‘jual’ untuk perusahaan adalah skill dan kompetensi diri. Dalam menjalani bisnis sendiri pun, kamu juga harus memiliki skill agar bisa profit namun tetap memuaskan konsumen.
ADVERTISEMENT
Tak dipungkiri lagi, mengembangkan skill menjadi hal yang krusial untuk diterapkan. Tapi tenang, Job2Go punya beberapa tips mengembangkan skill untuk memajukan karir dan masa depanmu.

7 Tips mengembangkan skill dan kompetensi diri yang esensial diterapkan

Berikut ini beberapa tips mengembangkan skill agar kamu senantiasa terdepan:
1. Tumbuhkan rasa penasaran
Tips utama untuk meningkatkan dan mengembangkan skill adalah dengan menumbuhkan rasa penasaran. Tanpa rasa penasaran terhadap suatu hal, skill yang kamu miliki akan cenderung mandek dan hanya pada level yang sama – tak peduli berapa lama kamu bekerja.
Menumbuhkan rasa penasaran tersebut bisa diwujudkan dengan beberapa cara. Misalnya, kamu harus rajin memberikan pertanyaan pada orang yang sekiranya ahli – atau pada atasan saat kamu mengikuti program PKL atau magang. Memberikan pertanyaan akan membantu kita untuk menggali lebih dalam suatu hal dan mempertajam skill. Namun ingat, pertanyaan yang diutarakan jangan terkesan dibuat-buat, ya.
ADVERTISEMENT
2. Tetapkan tujuan yang menantang namun realistis
Merancang goal dan tujuan dalam berkarir akan mengarahkan kamu untuk mengembangkan skill dan kompetensi diri. Usahakan agar tujuan tersebut realistis dan relevan dengan karir atau cita-citamu, namun harus tetap memberikan tantangan dalam mengejarnya.
Misalnya, kamu ingin meningkatkan skill dalam menulis. Apabila selama ini kamu terbiasa menulis maksimal dua artikel perhari, rancanglah satu goal untuk menambah tulisan satu hari dengan jumlah kata yang lebih pendek selama sebulan. Tingkatkan jumlah kata dan jumlah tulisan untuk bulan-bulan berikutnya, yang membantu kamu terbiasa untuk menulis cepat namun tetap mempertahankan kualitas tulisan.
3. Jadilah seseorang yang fleksibel
Dunia semakin dinamis dan memberikan banyak tren baru dalam waktu yang cepat. Dalam menghadapi perubahan banyak aspek dunia tersebut, kamu dituntut untuk menjadi orang yang versatile atau fleksibel. Artinya, kamu bisa beradaptasi dengan perubahan dunia kerja dan bisa mengantisipasi masa depan serta permintaa kerja.
ADVERTISEMENT
Misalnya, apabila kamu percaya diri dengan kemampuan menulismu saat ini, kamu bisa mengidentifikasi karir menulis yang akan banyak diminati oleh employer – seperti penulisan artikel berbasis SEO dan UX writing. Setelah kamu mengidentifikasi minatmu, kamu bisa mencari literatur dan kursus untuk mengembangkan skill di antara kedua karir penulisan tersebut.
4. Temukan mentor yang bisa dipercaya
Saat kamu magang, bekerja di entry level, atau pun tengah berjuang mencari kerja, kamu bisa mencari seorang mentor yang sekiranya bisa membantu kamu dalam mempertajam skill. Seorang mentor akan membantu memberikan arahan, nasihat, dan insight terkait bidang yang kamu minati.
Memang, pada praktiknya, menemukan mentor yang mau membantu akan cenderung susah-susah gampang. Kamu bisa mengawalinya dengan memperkenalkan diri, menawarkan bantuan, dan menjelaskan alasan rasional motivasi kamu untuk ‘mendekatkan’ diri, yakni mengejar ilmu.
ADVERTISEMENT
5. Minta umpan balik saat bekerja atau menyelesaikan proyek
Jika saat ini kamu tengah bekerja, kamu bisa meminta feedback dari atasan dan kolega di kantor terkait hasil pekerjaanmu. Feedback atau umpan balik tersebut dapat berupa kekuatanmu serta hal-hal yang bisa kamu tingkatkan. Jika kamu masih tengah berjuang mencari pekerjaan, kamu bisa menawarkan bantuan terhadap teman dan orang terdekatmu dan meminta feedback setelahnya.
Feedback yang diberikan orang lain, walau mungkin sesekali akan terasa pahit, sangat bernilai untuk mengembangan skill. Setelah kamu mengidentifikasi kelemahanmu, kamu bisa fokus pada poin tersebut untuk meningkatkan dan memperbaikinya.
6. Ikuti kursus online
Dengan kemajuan media sosial saat ini, banyak pilihan kursus online yang menarik untuk dicoba. Kamu bisa mengikuti kursus yang sekiranya sesuai dengan skill dan bidangmu – dan banyak di antaranya juga tersedia gratis.
ADVERTISEMENT
Mencari ilmu saat ini memang cenderung mudah dengan kemajuan internet, pastikan kamu memanfaatkannya dengan optimal untuk mengembangkan skill kamu, ya!
7. Banyak menyimak dari ahlinya
Tips lain yang tak kalah penting untuk mengembangkan skill adalah dengan menyimak dari ahlinya. Kamu bisa mengikuti workshop online yang saat ini banyak diadakan oleh berbagai institusi.
Salah satu workshop yang sayang untuk dilewatkan adalah webinar dari Job2Go tanggal 25 Agustus 2020 nanti. Dalam workshop bertajuk Job2Go Virtual Job Fair: Developing and Growing Your Talents & Skills ini, kamu akan menyimak pembahasan oleh Iben Yuhenzo dan Agus Samsudin.
Iben Yuhenzo merupakan Head of Learning, Training, and Development di Prudential Indonesia - sekaligus Founder Sebumi, travel agency yang menerapkan prinsip eco-friendly. Sementara itu, Agus Samsudin merupakan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah yang juga merupakan ex-VP HR di Danone. Wah, yakin kamu mau melewatkannya?
ADVERTISEMENT
Kabar menarik lainnya, workshop ini juga gratis! Pastikan mendapatkan tiketnya dari Loket di sini.