Konten dari Pengguna

Tameng Terbaik. Menghadapi Dunia dengan Bersyukur

Jody jeremi hadrian ritonga

Jody jeremi hadrian ritonga

Mahasiswa UNAI penikmat buku yang menjadikan literasi sebagai pelarian dan teman setia. Menulis untuk meredakan pikiran, merekam cerita, serta mendokumentasikan ide sebagai bekal di masa depan. Dengan kata, menjelajahi dunia dan merangkai makna.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jody jeremi hadrian ritonga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/photos/two-men-shaking-hands-over-a-wooden-object--SydYyAP3d4
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/photos/two-men-shaking-hands-over-a-wooden-object--SydYyAP3d4

Tameng adalah sebuah kata yang memiliki makna pelindung (shield). Biasanya, tameng digunakan untuk melindungi seseorang dalam pertempuran, baik oleh prajurit zaman dahulu maupun oleh polisi di era modern. Tameng-tameng ini dirancang sekuat mungkin untuk memberikan perlindungan maksimal dari serangan fisik. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, serangan yang kita hadapi tidak selalu bersifat fisik. Tantangan mental dan emosional bisa sama merusaknya, bahkan lebih parah daripada luka fisik.

Jadi, apakah ada tameng yang bisa melindungi mental kita dari serangan luar? Apakah ada pelindung yang benar-benar ampuh untuk menjaga hati kita yang rapuh dari kerasnya dunia luar ini? Sebuah pelindung yang tak terlihat namun begitu kuat untuk menahan segala bentuk tekanan dan stres yang menghampiri kita setiap hari.

https://unsplash.com/photos/person-holding-white-and-black-i-am-a-good-day-card-KYiGu8qqEcM

Tentu saja ada! Tameng ini telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita dan hingga kini tetap menjadi pelindung paling efektif dalam menghadapi berbagai persoalan. Tameng itu adalah "bersyukur." Kedengarannya klise, bukan? Para guru agama dan motivator sering kali menyarankan kita untuk bersyukur, bersyukur, dan terus bersyukur. Namun, itulah kenyataannya, teman-teman. Bersyukur adalah tameng yang sangat ampuh dan bisa kita gunakan. Memang, menggunakannya mungkin tidak selalu mudah, tetapi perlindungan yang diberikannya sangatlah sepadan.

Menurut berkeley.edu, rasa syukur dapat membuat hidup manusia secara kolektif lebih berkelanjutan (sustainable). Rasa syukur membantu kita menghargai momen-momen yang sering kali kita abaikan sebagai hal berharga. Perlu kita ingat bahwa dunia ini selalu dipenuhi oleh hal-hal positif dan negatif, dan di balik setiap tantangan atau negativitas eksternal, selalu ada sisi positif yang bisa ditemukan.

https://unsplash.com/photos/a-woman-holding-a-sword-and-shield-in-a-field-QnEB1y8mXSo

Bagaimana kita bisa menerapkan tameng ini dalam kehidupan sehari-hari?

  1. Mulailah dengan membuat sebuah gratitude journal. Tuliskan tiga hal kecil dari lingkungan sekitar yang kamu syukuri. Setelah itu, tuliskan tiga hal yang kamu syukuri dari dalam diri sendiri. Misalnya, "Aku bersyukur hari ini masih bisa bernafas dan merasakan udara mengalir di kulitku."

  2. Saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, atau minum, cobalah untuk benar-benar hadir dalam momen tersebut. Rasakan setiap tetes air yang mengalir di tubuh saat mandi, nikmati sensasi makanan yang meluncur dari mulut ke perut, dan rasakan air yang mendorong makanan di dalam tubuh kita.

Ini adalah dua cara sederhana untuk menerapkan konsep bersyukur. Kamu juga dapat menciptakan metode bersyukur versi kamu sendiri. Teruslah belajar dan latihlah cara menggunakan tameng bersyukur ini. Carilah, dan kamu akan menemukan apa yang kamu cari!