Konten dari Pengguna

Kawasan Sains dan Teknologi BJ. Habibie Perkuat Daya Saing IPTEK

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari joep juprianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Landmark Kawasan Sains dan Teknologi BJ. Habibie, Serpong. Foto : Irwin
zoom-in-whitePerbesar
Landmark Kawasan Sains dan Teknologi BJ. Habibie, Serpong. Foto : Irwin

ng ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ. Habibie terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur riset terpadu dan jejaring kolaborasi lintas sektor, KST BJ. Habibie berkomitmen mendukung transformasi menuju pembangunan berbasis pengetahuan dan teknologi.

Aglomerasi KST B.J. Habibie mencakup beberapa kawasan unggulan di KST B.J. Habibie Serpong, KST Jacob Salatun Rumpin, KS R Sunaryo Tarogong, KST Said Djauharsjah Jenie Surabaya, KST Iskandar Zulkarnaen Lampung, dan KST Kurnaen Sumadiharga Lombok, yang saling terhubung dalam jejaring riset dan inovasi. Kolaborasi ini memungkinkan sinergi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk memperkuat kapasitas riset nasional serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kawasan Sains dan Teknologi BJ. Habibie bukan hanya tempat riset, tetapi juga ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya solusi inovatif bagi kebutuhan bangsa. Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai katalis transformasi menuju kemandirian teknologi nasional.

Melalui berbagai fasilitas laboratorium di bidang Energi, Mekanika Fluida, Mekanika Material dan Struktur, Elektronika dan Sistem Antariksa Terpadu, Keteknikan Terpadu, Kompatibiltas Elektronik (EMC), Kimia dan Bioproses, Alat Survei, Teknologi Radiasi, Fisika dan Instrumen Pencitraan Maju dan Bioindustri Laut. Selain itu, KST BJ. Habibie memiliki pusat inkubasi, program kemitraan industri untuk membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan. Kawasan ini juga menjadi bagian penting dari agenda nasional dalam memperkuat daya saing Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, KST BJ. Habibie diharapkan mampu menjadi model pengembangan kawasan riset yang produktif, adaptif, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Sebagai informasi KST BJ Habibie turut serta dalam memfasilitasi mahasiswa dan postdoctoral untuk melakukan riset. Tercatat 1108 mahasiswa telah melakukan riset di KST BJ Habibie sejak tahun 2022 hingga 2025.

Tentang KST BJ. Habibie

KST B.J. Habibie berada di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berperan sebagai pusat kolaborasi riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang mempertemukan akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem sains nasional.

KST BJ. Habibie, yang sebelumnya dikenal sebagai Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), merupakan jaringan kawasan riset dan inovasi nasional yang berfungsi sebagai simpul utama pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di Indonesia. Kawasan ini bertransformasi menjadi ekosistem riset modern yang mengintegrasikan berbagai pusat penelitian, laboratorium tematik, fasilitas pengujian, serta pusat inkubasi dan akselerasi inovasi.

KST BJ. Habibie menjadi bagian dari aglomerasi kawasan, yang meliputi jejaring kawasan di Serpong, Rumpin, Tarogong, Surabaya, Lampung, dan Lombok. Melalui keterhubungan ini, kawasan memainkan peran strategis sebagai pusat koordinasi, kolaborasi, dan diseminasi hasil riset yang mendukung prioritas pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai wujud implementasi model quadruple helix yaitu kolaborasi inovasi berbasis sinergi empat unsur utama: Pemerintah, Akademisi, Industri, Masyarakat/Media, KST B.J. Habibie mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas riset nasional serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.

Kepala Kantor Pengelola KST BJ. Habibie