Kumparan Logo

Ada 7 Juta Produk Dijual di Lazada Indonesia

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Lazada Indonesia. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lazada Indonesia. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)

Situs jual beli online Lazada telah meraih pencapaian baru di mana pada Januari tahun ini, platform mereka telah menampung 7 juta produk yang dijual, baik oleh pihak Lazada maupun dari mitra pedagang yang memanfaatkan platform mereka.

Jumlah 7 juta produk yang dijual di Lazada Indonesia ini meroket 24 kali lipat lebih banyak dibandingkan Januari 2015.

Operasional Lazada di Indonesia saat ini telah memasuki tahun ke-5. Co-CEO Lazada Indonesia, Duri Granziol, berkata mereka akan untuk terus bertempur dengan situs e-commerce lain dengan cara meningkatkan performa, termasuk dalam hal kecepatan pengiriman barang dan menambah fitur metode bayar.

"Fitur-fitur itu antara lain adalah opsi bayar di tempat (Cash on Delivery/COD), opsi pengantaran barang secara ekspres, proses pengembalian barang yang mudah, akses mudah melalui aplikasi mobile, hingga memperkenalkan bentuk berbelanja online interaktif melalui Online Shopping TV Lazada," ujar Duri dalam acara ulang tahun Lazada Indonesia yang ke-5.

Untuk merayakan dirgahayunya, Lazada akan mengadakan aksi flash sales setiap dua jam sekali pada 21 hingga 23 Maret 2017. Mereka akan menyebar daya tarik berupa voucher belanja, 20 ribu tiket bioskop, 800 ribu, hingga pengiriman barang oleh selebriti.

Hadir pertama kali pada 2012, Lazada menjelma menjadi salah satu nama besar dalam bisnis e-commerce di Indonesia. Pada 2016 lalu, sebagian besar saham mereka diambilalih oleh raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group Holding Ltd. Keberadaan Alibaba di belakang Lazada sangat diantisipasi oleh pemain e-commerce lain.

Selain di Indonesia, Lazada juga beroperasi di beberapa negara lain di daerah Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Lazada mengklaim, ada 560 juta konsumen di enam negara tersebut secara online.