Daftar Rekening Bitcoin Milik Penjahat Ransomware WannaCry

WannaCry, dan segala jenis ransomware yang telah beredar di dunia ini, selalu menyandera dokumen komputer penting milik korban, lalu meminta uang tebusan dalam bentuk Bitcoin. Jika tidak dipenuhi, dia mengancam akan menghapus dokumen korban. Jahat, memang. Begitulah ransomware bekerja. Begitulah WannaCry bekerja memeras rumah sakit, perusahaan, pemerintahan, dan semua individu yang telah menjadi korbannya. Perusahaan keamanan siber Kaspersky asal Rusia tentu saja telah melakukan penelitian atas WannaCry, yang salah satunya mencatat bahwa ransomware varian ini meminta uang tebusan sebesar 300 sampai 600 dolar AS dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin. Tidak ada yang tahu pasti ke mana uang tebusan itu berlabuh, tetapi setidaknya Kaspersky telah mencatat sejumlah nomor dompet Bitcoin yang digunakan para penjahat siber WannaCry dalam mengumpulkan uang tebusan dari para korbannya. Tidak bisa dilacaknya aliran dana Bitcoin adalah sisi gelap dari sistem mata uang virtual terpopuler di dunia tersebut. Si pemilik dompet (rekening) Bitcoin tidak diketahui identitas pastinya karena memang sistem Bitcoin mengizinkan para penggunanya untuk anonim. Sistem desentralisasi pada Bitcoin membuatnya tidak bisa dipantau atau dikontrol oleh siapapun. Hal semacam ini akhirnya membuat Bitcoin dimanfaatkan oleh para penjahat siber ransomware untuk mendapatkan keuntungan finansial. Kaspersky mencatat jika korban WannaCry hendak melakukan pembayaran dengan Bitcoin, maka peranti lunak ransomware itu akan mengarahkan ke halaman dengan QR code di sistem Blockchain yang terhubung ke dompet Bitcoin berikut ini: 13AM4VW2dhxYgXeQepoHkHSQuy6NgaEb94 Lalu, Kaspersky juga mencatat tiga dompet Bitcoin lain yang digunakan oleh peretas. Berikut datanya: - 115p7UMMngoj1pMvkpHijcRdfJNXj6LrLn - 12t9YDPgwueZ9NyMgw519p7AA8isjr6SMw - 1QAc9S5EmycqjzzWDc1yiWzr9jJLC8sLiY Sampai saat ini, jumlah Bitcoin yang terkumpul di rekening tersebut sudah sangat banyak sekitar 23,30 Bitcoin atau jika dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai Rp 539 juta. Bisa dipastikan itu adalah dana tebusan yang diberikan oleh para korban WannaCry.

WannaCry menyerang kerentanan komputer yang memakai sistem operasi Windows. Hampir semua versi Windows berpotensi disusupi WannaCry, antara lain Windows XP, Windows Server 2003, Windows 8, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7, Windows Server 2008 R2, Windows 8.1, Windows Server 2012, Windows 10, Windows Server 2012 R2, dan Windows Server 2016, WannaCry bisa disebarkan dengan berbagai cara. Misal, dengan cara pengelabuan (phishing), rayuan untuk mengunduh sesuatu, atau beredar di berbagai situs yang jadi gudang malware. Serangan global WannaCry terjadi pada Sabtu dini hari dan ini jadi sorotan karena 16 rumah sakit di Inggris lumpuh. Di Jakarta, Rumah Sakit Dharmais dan Harapan Kita jadi korban. Diketahui sistem antrean dan sistem pembayarannya tidak bisa dibuka sehingga operasional sementara harus dijalankan dengan pencatatan memakai kertas. Baca juga: Pemerintah Sarankan Korban Ransomware WannaCry Tak Beri Uang Tebusan
