Kumparan Logo

Google Waymo Minta Mobil Pintar Uber Diblokir

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Waymo, anak usaha Alphabet yang mengembangkan teknologi mobil otonom, memamerkan kendaraan pertamanya berupa Fiat Chrysler Pacifica dengan berbagai sensor di tepi dan atap mobil. (Foto: CEO Waymo John Krafcik via Medium)
zoom-in-whitePerbesar
Waymo, anak usaha Alphabet yang mengembangkan teknologi mobil otonom, memamerkan kendaraan pertamanya berupa Fiat Chrysler Pacifica dengan berbagai sensor di tepi dan atap mobil. (Foto: CEO Waymo John Krafcik via Medium)

Perselisihan hukum antara Waymo si anak usaha Google yang mengembangkan sistem untuk mobil pintar, dengan perusahaan penyedia jaringan transportasi Uber, mungkin akan berlangsung panjang. Serangan demi serangan terus dilepas Waymo yang merasa dirinya telah dirugikan oleh Uber dalam urusan teknologi mobil otonom.

Kali ini Waymo secara resmi meminta hakim di sebuah pengadilan federal Amerika Serikat untuk memblokir Uber dalam mengoperasikan kendaraan otonom. Waymo mengatakan mereka punya bukti kuat Uber telah mencuri teknologi mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa sopir ketika unit penelitian dan pengembangan Google X masih membangun mobil sendiri.

Waymo menggugat Uber bulan Februari lalu dengan tuduhan mantan karyawan telah mengunduh dan mencuri lebih dari 14.000 file rahasia.

Waymo melalui saksinya bernama Gary Brown, seorang ahli keamanan forensik yang bekerja untuk Google sejak 2013 lalu, meyakini bahwa Anthony Levandowski telah mencuri lebih dari 14.000 file proyek mobil pintar Google. File itu termasuk desain, skema, dan informasi rahasia lainnya.

Anthony Levandowski sendiri adalah mantan teknisi di Google yang menggarap proyek mobil pintar. Dia meninggalkan Google pada Januari 2016 lalu membentuk startup Otto, yang mengembangkan truk otonom. Pada Agustus 2016, Otto diakuisisi oleh Uber senilai 680 juta dolar AS.

Brown mengklaim Levandowski mencuri dokumen Google karena melihat dari riwayat atau log transfer data pada komputer yang dipakai Levandowski. Kebetulan, komputer yang dipakai itu adalah perangkat yang difasilitasi oleh Google. Brown mengatakan itu memudahkannya dalam melacak fakta.

"Bila perangkat karyawan berinteraksi dengan layanan Google atau aktif di jaringan Google, mereka berinteraksi dan kegiatan dapat direkam dalam log yang mengidentifikasi perangkat (oleh pengenal yang unik)," tulis kesaksian Brown dalam dokumen gugatan.

Brown berkata Levandowski telah mengunduh file yang totalnya mencapai 9,7 GB pada Desember 2015, termasuk 2 GB subdirektori Light Detection and Ranging (LiDAR). LiDAR merupakan sistem sensor dan laser yang digunakan untuk memetakan lingkungan 3D, elemen kunci, dalam mobil otonom.

Mobil tanpa sopir milik Uber. (Foto: Uber via Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil tanpa sopir milik Uber. (Foto: Uber via Twitter)

Brown juga menduga dua teknisi lain terlibat dalam pencurian teknologi mobil pintar Google, mereka adalah Radu Raduta dan Sameer Kshirsagar. Keduanya meninggalkan Google untuk bergabung dengan Levandowski di Otto dan kemudian Uber. Mereka diduga mengunduh materi rahasia dari Google, termasuk daftar vendor dan konsultan yang mengkhususkan diri dalam pembuatan LiDAR.

"Kompetisi harus didorong oleh inovasi di laboratorium dan di jalan raya, bukan melalui tindakan melanggar hukum," kata juru bicara Waymo. "Mengingat bukti kuat yang kita miliki, kami meminta langkah pengadilan untuk melindungi kekayaan intelektual yang dikembangkan oleh para teknis kami selama ribuan jam dan untuk mencegah penyalahgunaan kekayaan intelektual."

Dalam gugatan kali ini, Waymo meminta pengadilan untuk menghentikan pemanfaatan teknologi LiDAR di kendaraan otonom Uber karena itu diyakini telah melanggar paten serta meminta mobil pintar Uber beroperasi di jalan raya.

Seorang juru bicara Uber mengatakan pihaknya sedang meninjau gugatan baru Waymo dan kembali menyebut hal ini "tidak berdasar."