Kumparan Logo

Pandi Kejar 1,32 Juta Domain .id di 2017

kumparanTECHverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

World Wide Web (www) (Foto: Thinkstockphotos)
zoom-in-whitePerbesar
World Wide Web (www) (Foto: Thinkstockphotos)

Setelah domain .id mengalami pertumbuhan agresif di tahun 2016 menembus 1 juta domain, ternyata itu tak jadi pemicu bagi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) untuk menetapkan target tinggi dalam meraih domain .id.

Di tahun 2017 ini, Pandi hanya mengejar 1,32 juta domain Internet berakhiran .id atau hanya tumbuh 120 ribu dari jumlah 1.199.045 domain .id yang telah dipakai atau dipesan selama 2016.

Pertumbuhan 120 ribu domain itu, dijelaskan Direktur Operasional Pandi, Sigit Widodo, merupakan pertumbuhan reguler di luar Program 1 Juta Domain dari Kemkominfo yang berlangsung sejak 2016 sampai akhir 2017.

Sigit menjelaskan, di luar Program 1 Juta Domain Kemkominfo, ada pendaftaran domain .id reguler yang kini sudah berjumlah sekitar 200.000. Pandi akan melakukan sejumlah promosi menurunkan biaya pembelian dan perpanjangan domain untuk memperkuat pembelian domain .id.

"Kalau yang 1 juta domain dari Kemkominfo itu statusnya sudah direservasi," kata Sigit kepada kumparan.

Nantinya, domain itu akan diberikan kepada warga Indonesia yang memiliki usaha kecil menengah, sekolah, pondok pesantren, pemerintah desa, dan lainnya.

Dari Program 1 Juta Domain itu, Kemkominfo mengatakan sejauh ini tercatat ada 35.149 situs web .id yang sudah online atau aktif, sedangkan 964.851 domain .id sudah terdaftar namun masih offline. Dengan demikian, baru 4 persen domain .id yang sudah online. Perihal Offline di sini, bisa jadi domain itu belum dimanfaatkan untuk alamat situs, alamat email, atau juga belum terhubung dengan sebuah layanan hosting.