Kumparan Logo

Pendiri Google Bangun Pesawat Zeppelin untuk Misi Kemanusiaan

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sergey Brin, Pendiri dan Presiden Alphabet. (Foto: Getty Images/Bloomberg)
zoom-in-whitePerbesar
Sergey Brin, Pendiri dan Presiden Alphabet. (Foto: Getty Images/Bloomberg)

Salah satu pendiri raksasa teknologi Google, Sergey Brin, memiliki rencana emas untuk menciptakan angkutan udara terbesar di dunia demi misi kemanusiaan. Menurut seorang sumber dari proyek ini, Brin juga ingin menggunakannya untuk keperluan keluarga dan temannya.| Sumber itu mengatakan, Brin ingin angkutan yang berupa pesawat zeppelin tersebut dapat mengirimkan persediaan kebutuhan sehari-hari dan makanan dalam misi kemanusiaan ke titik-titik tertentu, juga menjadi wahana hiburan mewah bagi keluarga serta temannya. Dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg pada bulan lalu, balon udara dari Brin ini kabarnya akan memiliki panjang 200 meter, yang membuatnya jadi angkutan udara terbesar di dunia. Untuk bahan bakarnya, zeppelin itu akan menggunakan helium dibandingkan hidrogen, dan biayanya dikabarkan mencapai 100 juta hingga 150 juta dolar AS. Dana besar ini sepenuhnya ditanggung oleh Brin. Zeppelin dari Brin tersebut dibuat di lapangan terbang Moffett, yang merupakan bagian dari Pusat Riset Ames milik NASA di California Utara. Divisi Planetary Ventures dari Google memiliki sewa selama 60 tahun di sana dengan nilai 1 miliar dolar AS. Bahkan, Brin juga menunjuk mantan pimpinan Ames untuk mengerjakan proyek ini. Pada bulan lalu, tim dari proyek tersebut sudah menyelesaikan rancangan kerangka berbahan metal secara penuh. Brin bukanlah sosok petinggi Google pertama yang tertarik dengan wisata udara. Sebelumnya rekan sesama pendiri Google, Larry Page, sudah mengerjakan dua proyek mobil terbang yang salah satunya seharusnya akan dipasarkan pada akhir tahun 2017. Baca juga: Startup Rahasia Pendiri Google Punya 2 Mobil Terbang Baru