Mahasiswa KKN BBK 6 UNAIR Bantu Digitalisasi UMKM di Banyuwangi

Mahasiswa S1 Hubungan Internasional Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Johanes Fernando Renwarin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyuwangi, 19 Juli 2025–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 6 Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam kelompok Desa Setail, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Melalui program kerja bertajuk DigiRise Setail (Digitalize Rising Economy for Local Business Empowerment), mereka turut membantu memajukan salah satu UMKM unggulan desa, yaitu Embung Kenitu Café.
Café yang dikelola langsung oleh ibu-ibu PKK Desa Setail dan dimiliki oleh pemerintah desa tersebut menjadi sasaran pengembangan digital yang dilakukan mahasiswa sejak 12 Juli 2025. Dalam kurun waktu dua minggu, berbagai inisiatif modernisasi berhasil diimplementasikan demi meningkatkan daya saing dan daya tarik café di kalangan anak muda serta wisatawan lokal.
Adapun bentuk program digitalisasi yang telah dilaksanakan meliputi:
(1) pembuatan sistem pembayaran QRIS untuk mendukung transaksi non-tunai;
(2) perancangan ulang logo yang lebih modern dan relevan dengan selera generasi muda;
(3) pendaftaran Embung Kenitu Café ke aplikasi GrabFood dan GoFood guna memperluas jangkauan pasar;
(4) pembuatan konten menarik di Instagram untuk meningkatkan daya tarik dan interaksi di media sosial; serta
(5) pembuatan buku menu yang menarik dalam versi cetak dan digital, yang dapat diakses melalui tautan Linktree untuk memudahkan pelanggan.
“Kami ingin mendampingi UMKM lokal untuk lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital, salah satunya melalui branding yang kuat dan sistem pembayaran yang efisien,” ujar Johanes Fernando, Ketua KKN BBK 6 UNAIR Desa Setail.
Program DigiRise Setail lahir dari keprihatinan terhadap masih minimnya digitalisasi pada UMKM desa, padahal potensi lokal seperti Embung Kenitu Cafe sangat menjanjikan. Keberadaan cafe yang terletak di tengah sawah ini memiliki daya tarik tersendiri, namun belum dimaksimalkan dalam strategi pemasaran digital.
“Anak muda sekarang lebih suka cashless, pesan makanan lewat aplikasi, dan mencari informasi lewat Instagram. Karena itu, kami membantu café embung kenitu agar bisa mengikuti tren pasar, bukan hanya agar tetap eksis, tapi juga bisa berkembang,” tutur Nimas Ayu, selaku tim bagian pengembangan branding DigiRise Setail.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-8, yaitu Decent Work and Economic Growth. Melalui digitalisasi UMKM seperti Embung Kenitu Café, mahasiswa UNAIR membantu menciptakan ekosistem kerja yang layak, modern, dan produktif di desa. Teknologi digital membantu pelaku usaha meningkatkan pendapatan dan mengelola usaha secara lebih efisien dan berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif lewat inovasi sederhana namun berdampak besar.
Bapak Faidzin selaku Sekretaris Desa Setail menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. “Kehadiran mahasiswa KKN UNAIR benar-benar membawa dampak positif bagi desa kami, khususnya bagi pengembangan Embung Kenitu Café. Mereka tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan oleh pengelola dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan sentuhan inovatif mahasiswa, café kini memiliki identitas visual yang lebih kuat, sistem pembayaran yang modern, dan media sosial aktif untuk menjangkau pasar lebih luas. Harapannya, program ini menjadi inspirasi bagi pengembangan UMKM desa lainnya di Banyuwangi.
Melalui DigiRise Setail, mahasiswa UNAIR membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menciptakan dampak berkelanjutan. Inilah wujud nyata semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diimplementasikan secara langsung di lapangan.
