Konten dari Pengguna

Menyambut Pagi di Gunung Ijen

johannes febrianto

johannes febrianto

korektor

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari johannes febrianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menyambut Pagi di Gunung Ijen
zoom-in-whitePerbesar

Tubuh dengan sigap bangun dari kasur hotel saat jam menunjukkan pukul 22.30 WIB. Padahal, baru saja 1 jam memejamkan mata untuk istirahat sebentar setelah seharian lelah mengikuti rangkaian acara #kumparanGetAway dan #IjenGreenRun. Ya, kami semua peserta #kumparanGetAway dan kru kumparan sepakat untuk menambah list itinerary, yaitu melihat fenomena blue fire di Kawah Ijen.

Setelah semua peserta kumpul, kami berangkat menuju Gunung Ijen sekitar jam 23.09 WIB. Sampai di Pos Paltuding sekitar jam 00.30 WIB, kami pun disambut dengan dinginnya udara malam dan juga oleh indahnya milkyway di atas langit batas akhir kendaraan ini.

Sementara jalur pendakian baru dibuka pukul 02.00 WIB, sebagian dari kami memilih untuk menghangatkan badan di warung yang ada di sana. Ada juga yang memilih hunting milkyway dan yang lain memilih tidur di dalam mobil.

Akhirnya waktu yang dinanti tiba. Pintu pendakian dibuka dan banyak sekali pendaki yang ingin menyaksikan Pesona Gunung Ijen ini. Tidak hanya pendaki lokal, pendaki dari luar negeri pun banyak.

Jam 02.05 WIB kami memulai perjalanan. Tidak ada lampu jalanan, yang ada hanya senter. Oleh karena itu, kami berjalan dengan hati-hati dan saling menjaga satu sama lain. Mas Asydad selaku yang dituakan dalam trip ini selalu membimbing kami agar selalu bersama. Jangan ada saling mendahului. Jika ada yang lelah, kita harus beristirahat bersama. Jika tidak sempat sampai ke puncak, semua juga tidak sampai.

Ini memang sudah komitmen kami dan kami harus menghargainya. Di sinilah keseruan, kebersamaan para peserta dan kru diuji.

Menyambut Pagi di Gunung Ijen (1)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (2)
zoom-in-whitePerbesar

Akhirnya, dengan semangat kebersamaan, kami pun sampai di titik tempat melihat blue fire sekitar jam 03.48 WIB. Sebenarnya, ada dua tempat untuk menyaksikannya, yaitu dari jauh tanpa harus menggunakan masker khusus, dan dari dekat dengan saran penggunaan masker khusus.

Di sini kami berpisah, beberapa teman memilih melihat dari dekat. Saya sendiri memilih melihat dari jauh dengan pertimbangan lensa kamera tele yang saya bawa hanya bisa dipakai memotret objek dari jauh agar dapat semua elemen yang ingin saya tangkap. Dan inilah beberapa penampakan blue fire

Menyambut Pagi di Gunung Ijen (3)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (4)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (5)
zoom-in-whitePerbesar

Hampir sejam kami terpisah dengan teman-teman yang lain dan akhirnya pun mereka datang. Kami langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang.

Di sepanjang perjalanan menuju parkiran mobil, kami disuguhi pemandangan pagi yang sangat luar biasa. Gunung-gunung berdiri megah seakan sedang berendam mandi di dalam bathub dengan awan berjalan sebagai buih sabunnya.

Menyambut Pagi di Gunung Ijen (6)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (7)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (8)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (9)
zoom-in-whitePerbesar
Menyambut Pagi di Gunung Ijen (10)
zoom-in-whitePerbesar

Kami pun tidak lupa berfoto bersama (foto oleh Angga) di depan gunung-gunung megah itu.

Akhirnya kami sampai di parkiran mobil pukul 06.10 WIB dan langsung berangkat menuju hotel untuk segera packing, mandi, serta sarapan yang kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta melalui Bandara Blimbingsari dengan maskapai Nam Air pukul 09.00 WIB.

Panjang ya kalimatnya? Ya begitulah kira-kira kalau digambarkan kondisi kami. Tidak ada titik. 😂

Terima kasih, kumparan, untuk 3 hari perjalanan #kumparanGetAway nya yang sangat mengesankan. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan!

Au revoir.

JFS