Ada Botol Miras hingga Pungli Rp 10 Ribu di Kalijodo, Pramono Minta Ditertibkan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi terkini kawasan Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Kalijodo, Jakarta Utara.
Dalam video yang beredar, kawasan Taman Kalijodo disebut sudah kurang terawat. Ditemukan ada sejumlah botol sisa minuman keras (miras). Masuk ke area tersebut pun dikenakan pungutan liar (pungli) Rp 10 ribu.
Pramono mengatakan telah menerima video yang memperlihatkan kondisi kawasan Kalijodo. Ia kemudian meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI serta Satpol PP melakukan penertiban.
“Saya kebetulan sudah mendapatkan video tentang Kalijodo. Dan sebenarnya kemarin saya sudah minta kepada Dinas Pertamanan, Satpol PP untuk melakukan penertiban,” kata Pramono usai meresmikan Gedung Baru PMI DKI Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
“Termasuk pungutan Rp 10.000, termasuk beberapa botol-botol minuman yang ditemukan di tempat itu. Kalau dicek hari ini pasti sudah bersih karena dari kemarin saya sudah minta untuk dibersihkan,” ujarnya.
Pramono juga meminta agar kawasan Kalijodo segera direnovasi secara menyeluruh. Menurutnya, Kalijodo merupakan salah satu peninggalan pemerintahan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Dan saya juga sudah minta untuk Kalijodo renovasi secara menyeluruh segera dilakukan karena memang apa pun saya melihat Kalijodo sebagai legacy peninggalan Pak Ahok, menurut saya hal yang sangat baik untuk dilakukan perbaikan kembali,” kata Pramono.
