Akademisi Apresiasi Kenaikan Kepercayaan ke Polri, Ingatkan Terus Berbenah

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, mengapresiasi kenaikan tingkat kepercayaan publik ke Polri berdasarkan hasil survei Litbang Kompas. Meski begitu, capaian ini perlu dijadikan sebagai bahan untuk terus meningkatkan kinerja.
Ia menilai, dinamika tingkat kepercayaan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pengalaman langsung masyarakat terhadap pelayanan, pemberitaan di media massa maupun media sosial, hingga keberhasilan institusi dalam menangani berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
Lebih lanjut, Adrianus menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Upaya-upaya tersebut dinilai akan semakin memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
"Hasil survei sebaiknya tidak dipandang semata-mata sebagai ukuran keberhasilan ataupun kegagalan, melainkan sebagai umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat komunikasi publik," ujar Adrianus dalam keterangannya, Senin (29/6).
Dengan demikian, hasil survei Litbang Kompas diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja institusi, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pelayanan publik dapat terus terjaga dan meningkat.
Hal senada juga disampaikan akademisi dan pakar kepolisian Indonesia, Albertus Wahyurudhanto. Merujuk survei Litbang Kompas tahun 2026, ia mencatat tiga indikator utama Polri mengalami kenaikan.
"Tingkat kepercayaan mencapai delapan puluh dua koma empat persen. Sementara kepuasan publik mencapai 67,6 persen dan tingkat citra positif mencapai 71,5 persen," ujar Albertus.
Dibandingkan 2025, kenaikan tersebut cukup tajam. Kepercayaan publik naik dari 76,2% menjadi 82,4%, kepuasan masyarakat dari 65,1% menjadi 67,6%, dan citra positif melonjak dari 64,4% menjadi 71,5%.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan Polri telah bekerja sesuai tugas pokoknya.
"Masyarakat melihat Polri telah bekerja dengan baik sesuai dengan tugas pokoknya sebagai pelindung, sebagai pengayom, dan sebagai pelayan masyarakat tetapi juga sebagai penegak hukum dan terutama sebagai pembina kamtibmas," jelasnya.
Meski demikian, Albertus menegaskan angka-angka itu harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik.
"Angka-angka ini harus dimaknai, sebagai cara masyarakat juga untuk melecut Polri sehingga Polri semakin hari menunjukkan data dan fakta bahwa memang niatan itu tidak hanya sekedar niat tetapi memang terimplementasi dengan hasil kinerja yang baik," tegasnya.
Ia berharap Polri terus membuktikan pengabdiannya melalui kinerja nyata yang valid dan objektif.
"Semoga angka ini dipertahankan selalu, itu akan menunjukkan jati diri Polri yang sebenarnya," pungkas Guru Besar STIK-PTIK ini.
Said Iqbal Sampaikan Selamat Hari Bhayangkara
Hasil survei ini dirilis menjelang Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara.
Said Iqbal memberikan apresiasi tinggi atas peran Polri yang dinilainya selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk saat aksi demonstrasi buruh.
"Polisi Republik Indonesia selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah demonstrasi buruh, mengatur dengan bijak dan arif," ujar Said Iqbal.
Ia juga menyoroti kontribusi Polri dalam membantu penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Menurutnya, Polri turut membentuk ketenagakerjaan untuk membantu buruh mencari solusi.
"Kami buruh Indonesia mengucapkan terima kasih, sekaligus mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara yang ke-80, Polri untuk masyarakat," tegasnya.
