BMKG Ungkap Wilayah yang Masuk Musim Kemarau di Awal Juli: Jawa-Nusa Tenggara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kemarau. Foto: Neenawat Khenyothaa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kemarau. Foto: Neenawat Khenyothaa/Shutterstock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta yang memperlihatkan wilayah yang sudah mengalami musim kemarau pada awal Juli 2026.

"Wilayah yang sudah mengalami musim kemarau per dasarian I Juli 2026," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).

Berdasarkan peta tersebut, wilayah yang telah mengalami musim kemarau ditandai dengan warna cokelat. Sebaran terluas tampak berada di Pulau Jawa, yang hampir seluruh wilayahnya telah memasuki musim kemarau.

Selain Jawa, kondisi serupa juga terlihat di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang didominasi warna cokelat.

Sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan dan tengah juga telah memasuki musim kemarau, meski Sumatera bagian utara masih didominasi wilayah yang mengalami musim hujan.

Peta Wilayah Perkembangan Musim Kemarau 2026 di Indonesia. Foto: Dok. BMKG

Di Kalimantan, musim kemarau mulai terjadi di bagian selatan dan timur. Namun, sebagian besar wilayah Kalimantan bagian tengah hingga barat masih berada pada musim hujan.

Sementara itu, Sulawesi menunjukkan kondisi yang lebih bervariasi. Musim kemarau mulai terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan sebagian Sulawesi Tengah. Adapun Sulawesi Utara dan sebagian wilayah lainnya masih didominasi musim hujan.

Untuk kawasan Maluku, musim kemarau telah meluas di sejumlah pulau.

Sedangkan sebagian besar wilayah Papua masih berwarna putih yang menandakan wilayah tersebut belum memasuki tipe satu musim, sementara beberapa daerah pesisir selatan dan barat mulai mengalami musim kemarau. Di sisi lain, sebagian wilayah utara Papua masih berada pada musim hujan.