BRIN Kaji Penggunaan Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BRIN Arif Satria tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BRIN Arif Satria tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bakalan mengkaji penggunaan tepung singkong untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kajian dilakukan oleh para ahli kimia.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan penggunaan tepung dalam memadamkan api sebenarnya adalah hal yang masuk akal. Karena itu, kajian untuk penerapannya tengah dilakukan.

"Secara saintifik sebenarnya itu hal yang yang masuk akal, sesuatu yang yang bisa. Nah sehingga sekarang begitu saya mendapat berita itu kemudian kita lakukan kajian secara teoretik para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoretik betul," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8).

Kajian ini perlu dilakukan karena penggunaan tepung dalam pemadaman api merupakan hal yang baru.

"Jadi teknologi-teknologi yang muncul dari masyarakat coba kita validasi. Nah ternyata memang secara teori hipotesis, yes, betul. Nah tapi sekarang yang harus kita pikirkan adalah untuk skala berapa. Ya kan skala kebakaran hutan kan luas sekali. Nah itu untuk skala yang besar, inilah tantangan kita," jelas Arif.

"Dan sekarang ini tim Polri dengan tim BRIN sedang sedang menyiapkan itu, melakukan kajian dan juga akan melakukan uji coba ya. Ya mohon doanya, moga-moga ini bisa bisa cepat berhasil ya," sambung dia.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sebelumnya Prabowo memerintahkan uji coba produksi massal tepung berbahan dasar singkong untuk membantu memadamkan karhutla. Inovasi tersebut dibahas saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8).

Prabowo meminta teknologi tersebut diuji untuk mengetahui efektivitasnya dalam memadamkan api, termasuk kemungkinan penggunaannya melalui helikopter seperti operasi water bombing.

Ide penggunaan tepung sebagai bahan pemadam karhutla disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat tersebut. Ia menjelaskan, zat berbahan dasar tepung dapat digunakan untuk mencegah sekaligus memadamkan api, terutama pada tahap awal.

"Izin Pak, terkait dengan zat yang bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran mungkin dulu pernah kami laporkan Bapak ke Bapak bahwa ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak," kata Listyo.

Listyo menjelaskan, zat tersebut bekerja dengan memisahkan unsur yang dibutuhkan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam. Menurut dia, teknologi itu juga berpotensi digunakan untuk kebakaran dengan skala lebih besar, tergantung volume bahan yang digunakan.