Bus Bawa Insinyur-Pegawai di Suriah Ditembaki, 7 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Sebuah bus yang tengah melintas di Provinsi Homs, Suriah, ditembaki pada Rabu (30/9). Akibat kejadian itu, tujuh orang tewas dan empat lainnya mengalami luka.

Dilansir AFP, kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan pelaku penembakan belum teridentifikasi.

Sementara, seorang petugas keamanan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bus tersebut membawa sejumlah "insinyur dan pekerja dari sebuah perusahaan swasta", serta seorang pegawai perusahaan listrik Suriah yang turut menjadi korban.

Pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebut seluruh korban merupakan bagian dari kelompok minoritas Alawit. Kelompok tersebut sebelumnya menjadi sasaran sejumlah serangan, termasuk pembantaian di wilayah pesisir Suriah pada 2025 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Otoritas Suriah menghadapi tantangan keamanan sejak rezim Bashar al-Assad jatuh pada akhir 2024. Sejumlah serangan juga terjadi di Damaskus dan wilayah sekitarnya.

Tak lama sebelum serangan terhadap bus tersebut, media pemerintah melaporkan ledakan terjadi di sebuah pipa gas dekat salah satu pembangkit listrik utama Suriah, di sekitar Damaskus. Ledakan itu terjadi dua hari setelah pipa lainnya di wilayah timur Suriah disabotase.

Pada 22 Agustus, serangan bom terhadap bus yang membawa anggota pasukan keamanan dalam negeri Suriah di dekat Damaskus melukai sejumlah orang.

Sementara pada awal Agustus, ledakan terjadi di sebuah bus di Jaramana, kota dekat Damaskus yang menjadi tempat tinggal komunitas Kristen dan Druze. Insiden tersebut menyebabkan 14 orang terluka.

Pada Juli, dua ledakan terjadi di dekat sebuah hotel tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron menginap saat melakukan kunjungan resmi ke Suriah. Macron tidak berada di lokasi ketika ledakan terjadi.

Ledakan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 36 lainnya. Otoritas Suriah kemudian mengumumkan penangkapan sejumlah orang yang diduga bertanggung jawab dan menyebut mereka merupakan anggota kelompok ISIS.