Cak Imin soal Muktamar NU: Jadi Forum Evaluasi Kegagalan 5 Tahun Terakhir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jumat (28/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jumat (28/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyoroti dinamika internal NU selama lima tahun terakhir.

Ia mengingatkan agar forum Muktamar ke-35 NU ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi, sehingga kesalahan dan kegagalan pengelolaan organisasi di masa lalu tidak kembali terulang.

"Kegagalan 5 tahun terakhir ini merusak ukhuwah nahdliyah, ukhuwah yang merekatkan potensi-potensi agar kemandirian dan kekuatan sosial ekonomi NU bisa terjaga. Nah, kegagalan 5 tahun mengingat ini harus menjadi evaluasi, karena Muktamar itu forum evaluasi. Evaluasi untuk apa? Tidak mengulangi kegagalan yang sama," kata Cak Imin di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jumat (28/8).

Ia menilai benturan internal bisa telah mencoreng kebesaran NU, seperti aksi saling pecat, perselisihan antar pengurus, hingga hilangnya kewibawaan para kiai.

"Jangan jatuh di lubang yang sama, jangan mengulangi kesalahan yang sama. Karena kebesaran NU ini ternodai kalau ukhuwah nahdliyah selama 5 tahun ini rusak saling pecat, berantem, kharisma atau kewibawaan kiai hilang, saling mengancam tidak diberi SK. Ini yang rugi adalah ketika semua loyalitas itu hilang. Nah, ketika loyalitas hilang itu, lalu kita bergantung kepada siapa? Satu-satunya cara bangun ukhuwah, jangan mengulangi kesalahan," ujar dia.

Suasana Sidang Pleno I di Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Cak Imin juga berpesan kepada para pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga kemandirian organisasi. Ia menyebut bahwa NU harus bisa mandiri agar tidak bergantung ke pihak mana pun.

"Ya, kita mengetuk kesadaran para pimpinan NU ya. Tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapa pun," ucap dia.

Saat ditanya mengenai kriteria calon pimpinan yang sesuai untuk memimpin NU ke depan, menurutnya yang cocok adalah yang tidak mengulangi kesalahan.

"Ya yang sesuai itu ya jangan mengulangi yang salah," ujar Cak Imin.

Terkait dengan kesalahan yang dimaksud, Cak Imin tak menjawab lebih lanjut.