Cerita Siswa Ikut Peluncuran KKRI: Belum Tahu Kegiatannya, tapi Tertarik Nyoba

Seragam baru dan rasa penasaran menjadi alasan Agfe Aditya, siswa SMAN 50 Jakarta, tertarik mencoba ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Dia pun hadir dalam agenda Grand Launching KKRI di SMKN 26, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (23/9).
Agfe hadir setelah ditunjuk sebagai perwakilan dari OSIS dan MPK SMAN 50 Jakarta. Ia datang di agenda tersebut bersama 37 siswa dan dua pembina sekolah.
Ketika ditemui kumparan, siswa yang duduk di bangku kelas 11 itu mengaku belum mengetahui detail kegiatannya.
“Aku juga kurang tahu ini ekskul apa, tapi sepandangan saya ini adalah untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, dan lain sebagainya,” jawab Agfe.
Agfe menuturkan, sekolah sebelumnya baru menjelaskan KKRI secara umum sebagai kegiatan bela negara. Sementara materi dan teknis pelaksanaannya belum dijelaskan secara mendalam.
“Kalau dari sekolah sendiri itu belum ya, dari sekolah saya belum. Jadi ini mungkin bisa dengan acara seperti ini saya lebih paham,” katanya.
Di sekolah, selain menjadi Ketua Umum MPK, Agfe juga mengikuti ekskul Multimedia dan Palang Merah Remaja. Kendati sudah aktif dalam sejumlah kegiatan, dia mengaku tetap tertarik mencoba ekskul KKRI.
“Kalau dari saya sendiri sih jujur saya berminat ya. Karena melihatnya kayak keren gitu istilahnya. Jadi kayak saya berminat saja gitu,” ungkap Agfe.
Menurut Agfe, ketertarikannya juga muncul karena ingin melatih kemampuan komunikasi sekaligus mendapatkan pengalaman baru.
“Iya, karena bisa melatih komunikasi juga yang baik gitu, terus saya juga ingin belajar lebih dalam,” terangnya.
Namun, ekskul KKRI di mata Agfe memiliki kemiripan dengan Pramuka, terutama dari sisi seragam dan kegiatan yang menurutnya berkaitan dengan organisasi serta komunikasi.
“Mungkin secara langsung ya seragamnya ya, itu agak mirip ke Pramuka. Terus juga cara, mungkin saya melihat cara belajarnya tuh kayak sama-sama berorganisasi juga seperti itu dan komunikasi-komunikasi juga ujung-ujungnya,” ujar Agfe.
Selain Agfe, siswa kelas 10 SMAN 54 Jakarta, Yasin, juga datang ke acara tersebut setelah diajak bersama anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Yasin menceritakan, ada sebagian siswa yang datang karena diajak, namun ada pula yang memang tertarik mengikuti kegiatan tersebut.
Ia pun mengaku baru mengetahui secara umum bahwa KKRI berkaitan dengan pembentukan siswa dan kedisiplinan.
“Yang aku tahu ya buat mendidik siswa gitu biar jadi lebih disiplin. Itu aja yang aku tahu,” kata Yasin.
Meski masih dalam keterbatasan informasi perihal ekskul KKRI, Yasin berharap kegiatan itu dapat membantunya menjadi lebih disiplin, terutama dalam mengatur waktu dan menaati peraturan.
“Harapan aku sebenarnya ya pertama disiplin sih. Disiplin, tahu waktu, tahu aturan gitu biar aku nggak semena-mena,” jelas dia.
Di sisi lain, Vina, siswa SMA Negeri 54 Jakarta lainnya, memahami bahwa KKRI berkaitan dengan bela negara dan kedisiplinan. Dia pun mengaku tertarik jika mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.
“Kalau dari diri aku sendiri selagi itu berdampak baik juga buat nasionalisme aku, kedisiplinan aku, itu enggak apa-apa. Iya, karakter diri,” terang Vina.
Sebagai informasi, Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di SMKN 26, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (23/9).
Peluncuran KKRI tersebut dihadiri perwakilan dari 26 sekolah tingkat SMA, SMK, MA, dan sederajat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan Kemendikdasmen telah menyiapkan dasar pelaksanaan KKRI di satuan pendidikan.
Atip mengatakan pada 5 Mei 2026, Mendikdasmen menetapkan Keputusan Menteri atau Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Melalui Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia.
Ketentuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan surat edaran Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen sebagai pedoman teknis pelaksanaan KKRI.
“Jadi dengan perkataan lain, KKRI di tingkat pendidikan menengah ini sudah siap untuk dilaksanakan, dan juga harus kita kawal pelaksanaannya untuk mencapai tujuan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita,” kata Atip.
