Gempa 5,2 M Pangandaran Terasa di Kabupaten Bandung hingga Sukabumi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 magnitudo yang berpusat di barat daya Kabupaten Pangandaran pada Rabu (5/8) malam terasa sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Getaran gempa dilaporkan terasa hingga Kabupaten Bandung, Sukabumi, Sumedang, dan kawasan Bandung Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran pada kedalaman 14 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 14 kilometer.

Episenter gempa bumi terletak di laut pada jarak 87 kilometer arah barat daya Pangandaran, Jawa Barat. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Getty Images

Wijayanto mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, getaran dengan intensitas III MMI dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, yakni Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk.

"Gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kabupaten Bandung, Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Kecamatan Nagrak, dan Solokanjeruk."

"Kemudian II-III MMI di Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Pangalengan, dan Ciwidey. Serta II MMI di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhanratu," ujar Wijayanto.

BMKG menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique-thrust fault). Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 2,2.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal komunikasi resminya.