Harapan Pramono di HUT ke-500 Jakarta: Geopolitik dan Tekanan Ekonomi Membaik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Foto: Lifia Mawaddah Putri/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Foto: Lifia Mawaddah Putri/Antara

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap situasi geopolitik global dan tekanan ekonomi yang saat ini terjadi dapat membaik saat Jakarta memasuki usia 500 tahun atau 5 abad pada 2027 mendatang.

“Mudah-mudahan Jakarta yang berumur 499 tahun, tahun depan akan 500 tahun, dan di dalam 500 tahun mudah-mudahan suasana geopolitiknya dan tekanan ekonominya tidak seperti sekarang. Mudah-mudahan lebih baik,” kata Pramono dalam sambutannya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6).

Pramono juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadapi dinamika ekonomi maupun geopolitik.

“Koordinasi kerja sama Pemerintah Jakarta dengan Pemerintah Pusat alhamdulillah selama ini juga berjalan dengan baik. Dan kita akan terus membangun Jakarta menjadi lebih aman, nyaman, dan lebih menarik bagi siapa pun,” ujarnya.

Menurut Pramono, perayaan 500 tahun Jakarta harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Ibu Kota sebagai kota global yang inklusif dan nyaman bagi seluruh warga.

Penonton menyaksikan Band Gondal Gandul di acara Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kesempatan yang sama, Pram juga menyinggung berbagai program yang tetap diprioritaskan Pemprov DKI Jakarta di tengah tekanan ekonomi. Mulai dari bantuan sosial untuk masyarakat miskin, Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga pembukaan lapangan kerja.

Pramono menegaskan keberpihakan kepada kelompok masyarakat rentan tidak boleh berubah meskipun kondisi ekonomi global sedang menghadapi ketidakpastian.

“Bagi masyarakat miskin, masyarakat tidak mampu, hal yang berkaitan dengan Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, pemutihan ijazah, bantalan sosial, pembukaan lapangan kerja, itu tetap menjadi prioritas utama,” kata Pramono.