Influenza A Naik, Puan Minta Pemerintah Siapkan Obat-Imbau Warga Terapkan Prokes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat dan kebutuhan kesehatan menyusul peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Ia juga mengimbau masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran virus.

“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Peningkatan kasus Influenza A menjadi perhatian setelah sejumlah warga mengeluhkan kondisi anak mereka yang mengalami demam tinggi. Keluhan tersebut juga disertai laporan mengenai kepadatan instalasi gawat darurat (IGD) dan kesulitan memperoleh layanan perawatan anak, seperti yang terjadi di Bandung dan Surabaya.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya kenaikan kasus Influenza A dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan menyebut peningkatan kasus influenza terjadi secara musiman.

Data surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) Kemenkes menunjukkan aktivitas influenza secara nasional pada minggu ke-34 atau periode hingga 5 September 2026 masih berada pada level rendah.

Puan meminta pemerintah memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai kondisi terkini penyebaran Influenza A. Menurutnya, informasi tersebut diperlukan agar masyarakat tidak mengalami keresahan akibat informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga mengalami gejala,” tuturnya.

Puan juga mendorong pemerintah memperkuat infrastruktur kesehatan, khususnya di wilayah yang terdeteksi mengalami penyebaran Influenza A cukup tinggi.

“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” jelas Puan.

Puan juga menyoroti kelompok anak usia dini yang disebut Kemenkes menjadi kelompok paling rentan terdampak kenaikan Influenza A kali ini. Karena itu, ia meminta layanan perawatan kesehatan anak di rumah sakit mendapat perhatian lebih.

“Meskipun seperti yang disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan hal wajar karena bersifat musiman, namun Pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” jelasnya.

Tenaga kesehatan melakukan tes usap atau swab test pasien saat penapisan gejala influenza di Puskesmas Serpong 1, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Puan kemudian mendorong Kemenkes mengambil kepemimpinan dalam memastikan masyarakat menerima informasi resmi yang konsisten mengenai perkembangan Influenza A.

“Pemerintah pusat dan daerah perlu menyampaikan perkembangan keadaan secara terbuka agar keluarga tidak bergantung pada kabar yang belum terverifikasi atau mengambil tindakan pengobatan yang tidak tepat,” ungkap Puan.

“Perlindungan juga harus dapat dijangkau seluruh keluarga tanpa dibedakan oleh kemampuan ekonomi. Anak dari keluarga kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan,” sambungnya.

Puan juga meminta pemerintah menyiapkan obat dan kebutuhan kesehatan untuk mengantisipasi kenaikan kasus Influenza A.

“Pemerintah juga harus bisa memastikan peningkatan kasus dapat ditangani sebelum menimbulkan tekanan yang lebih besar terhadap masyarakat dan fasilitas kesehatan,” ujar Puan.

Menurut Puan, respons pemerintah terhadap peningkatan kasus Influenza A harus memastikan masyarakat mengetahui akses pertolongan ketika kondisi kesehatan memburuk.

“Penanganan harus membuat masyarakat mengetahui ke mana harus mencari pertolongan di saat-saat genting,” tutur Puan.

Influenza A diketahui mudah menular dan dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa. Gejala yang dapat muncul antara lain demam tinggi yang sulit turun, batuk kering, lemas, hingga nyeri badan.

Namun, Menkes menyatakan kenaikan angka influenza saat ini bukan disebabkan jenis atau strain virus yang berbahaya.

Di tengah peningkatan kasus tersebut, Puan mengimbau masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia mengingatkan pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus.

“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.

Puan juga meminta masyarakat yang sedang sakit mengurangi aktivitas dan segera memeriksakan diri apabila kondisi kesehatan semakin berat.

“Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” tutupnya.