Kantor di Pererenan Bali Dilempari Bom Molotov Disertai Surat Ancaman

Kantor seorang warga berinisial IMDA (41) yang terletak di Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, dilempar bom molotov. Selain bom molotov, diketahui juga terdapat surat ancaman yang dilayangkan kepada IMDA.
Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengkonfirmasi bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin (14/9) pukul 08.00 WITA. Diketahui terdapat dua pria yang berjaket dan berhelm hitam yang melemparkan molotov ke kantor IMDA.
Hal itu juga dikonfirmasi dalam CCTV yang berada di selatan TKP. Terdapat dua orang yang diduga mengendarai sepeda motor Yamaha X-Max mengarah ke selatan dengan kecepatan tinggi dan tidak menggunakan pelat nomor polisi kendaraan.
"Dari hasil CCTV di TKP, terdapat 2 orang datang dari arah selatan memakai jaket, masker, dan helm hitam saat berada di TKP. Pada saat melemparkan benda yang menyerupai molotov, kemudian pelaku pergi meninggalkan TKP dan mengarah ke selatan," jelas Yuni ketika dikonfirmasi pada Rabu (23/9).
Polisi memeriksa seorang saksi berinisial IPSY (44). Sekitar pukul 04.30 WITA, dia terbangun dan mendengar suara gemuruh. Kemudian dia mengintip melalui jendela rumah dan melihat kobaran api di bagian depan kantor milik korban.
Korban IMDA baru mengetahui kejadian tersebut pada pukul 04.48 WITA ketika sedang menonton televisi. Dia mendengar suara dentuman dari luar dan setelah melihat ke depan, dia mendapati kantor miliknya dalam keadaan terbakar.
"Korban mengecek rekaman CCTV dan menduga kebakaran disebabkan oleh seseorang yang sengaja melemparkan benda yang diduga menyerupai bom molotov ke arah kantor miliknya," ujar Yuni.
IPSY lantas keluar dari rumah menuju lokasi dan memberitahukan kepada korban bahwa telah terjadi kebakaran di bagian depan kantor.
Dari kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan dan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
"Yang terbakar adalah kantor dengan luas 2x2 meter, tanaman hias, kaca, dan CCTV. Korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp3 juta," ungkap Yuni.
Dari hasil penyelidikan di TKP, polisi menemukan sumbu dari kain lap, pecahan botol minuman beralkohol, serta tanah bekas tumpahan minyak yang diduga merupakan Pertalite.
Polisi juga menemukan dari 4 titik CCTV yang berada di sekitar TKP, hanya 2 yang dalam keadaan hidup. Namun, dengan adanya rekaman dari CCTV yang hidup, polisi berharap ciri-ciri, arah kedatangan, dan kendaraan yang digunakan pelaku dapat diketahui.
"Motif dan identitas pelaku masih dalam pendalaman terhadap korban dan saksi, serta pemeriksaan CCTV di sekitar TKP untuk mengetahui kemungkinan adanya permasalahan atau ancaman sebelumnya," pungkas Yuni.
