KDM Bentuk Tim Investigasi Kasus Wabup Sumedang, Minta Publik Tak Berspekulasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) merespons polemik yang menyeret Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim investigasi untuk memeriksa Fajar Aldila dan mengungkap fakta terkait peristiwa yang kini menjadi perhatian publik.
KDM mengatakan, pembentukan tim tersebut dilakukan agar persoalan yang melibatkan Wakil Bupati Sumedang dapat diketahui secara objektif. Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak boleh didasarkan pada opini maupun asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Menanggapi berita tentang peristiwa yang dialami oleh Wakil Bupati Sumedang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” ujar KDM, Jumat (28/8).
KDM meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersabar dan menunggu proses investigasi selesai. Ia mengimbau agar tidak ada pihak yang terlebih dahulu membangun opini maupun narasi sebelum hasil pemeriksaan disampaikan.
“Untuk itu pada semua pihak mohon bersabar, sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi. Hatur nuhun,” katanya.
Polemik tersebut mencuat setelah beredar kabar mengenai dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang disebut dilakukan Fajar Aldila kepada sekretaris pribadinya berinisial R. Informasi mengenai dugaan peristiwa tersebut kemudian menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Informasi yang berkembang menyebut dugaan peristiwa itu terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang pada 17 Agustus 2026.
